Konten dari Pengguna

10 Ciri Bioflok Berhasil dan Gagal untuk Diketahui Petambak

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri bioflok berhasil dan gagal. Sumber: Junchen Zhou/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri bioflok berhasil dan gagal. Sumber: Junchen Zhou/pexels.com

Bioflok adalah suatu sistem yang digunakan oleh para petambak untuk memanfaatkan organisme sebagai pakan hewan tambaknya. Maka dari itu, mengetahui ciri bioflok berhasil dan gagal akan membantu dalam proses pembuatannya.

Maryam dalam Budidaya Super Intensif Ikan Nila Merah Oreochromis sp. dengan Teknologi Bioflok: Profil Kualitas Air, Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan menyebutkan jika bioflok menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produksi ikan sekaligus mengatasi masalah pakan ternak.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ciri bioflok berhasil dan gagal, baca artikel ini sampai selesai.

Ciri Bioflok Berhasil dan Gagal

Ilustrasi ciri bioflok berhasil dan gagal. Sumber: Lisa Fotios/pexels.com

Bioflok adalah sekumpulan organisme, seperti jamur, alga, bakteri, cacing, dan lain-lain yang tergabung dalam suatu gumpalan. Sistem bioflok ini banyak dimanfaatkan untuk menghasilkan makanan alami dan membuat tambak lebih ramah lingkungan.

Dalam proses pembuatannya, tentu bioflok bisa saja gagal dan berhasil. Nah, berikut ini adalah ciri bioflok berhasil dan gagal yang perlu diketahui.

a. Ciri Bioflok Berhasil

Bioflok yang berhasil memiliki sejumlah ciri-ciri. Berikut ini adalah 5 ciri bioflok berhasil.

  1. Ketebalan bioflok sekitar 10 sampai 12 cm. Ketebalan yang sesuai tersebut akan memengaruhi konsumsi ternak terhadap bioflok.

  2. Bioflok umumnya memiliki pH netral, yaitu di angka 7. Kondisi ini disebabkan oleh adanya penguraian bahan organik lewat aktivitas mikroba. Akhirnya, tidak terjadi penumpukan yang membuat pH air naik-turun.

  3. Tidak berbusa dan tidak terdapat blooming algae.

  4. Warna air berupa coklat muda atau krem. Perubahan warna tersebut bisa terjadi akibat penggunaan bakteri untuk suplemen makanan.

  5. Tidak terdapat bau pada air. Bau sendiri biasanya ditimbulkan oleh penumpukan kotoran di dasar kolam.

b. Ciri Bioflok Gagal

Saat menerapkan bioflok, petambak juga bisa mengalami kegagalan. Nah, berikut ini adalah 5 ciri bioflok gagal.

  1. Bioflok tidak berbentuk yang disebabkan oleh belum cukupnya bahan organik, gangguan cuaca, penyusun inti flok kurang, hingga rasio C/N yang tidak sesuai.

  2. Bioflok terlalu pekat dan padat, sehingga membuat kandungan oksigen yang larut dalam kolam menjadi rendah.

  3. pH air kolam terlalu tinggi atau rendah yang berdampak pada kandungan oksigen dan aktivitas pernapasan ikan.

  4. Air berubah warna menjadi putih keruh karena meningkatnya kandungan kapur dan mineral.

  5. Terdapat endapan pada permukaan kolam.

Demikian penjelasan mengenai ciri bioflok berhasil dan gagal yang perlu diketahui para petambak. [ENF]