Konten dari Pengguna

10 Ciri-ciri Kucing Diare dan Cara Mengatasinya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Kucing Diare Sumber Foto: Unsplash.com/Kari Shea
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Kucing Diare Sumber Foto: Unsplash.com/Kari Shea

Diare ternyata bukan hanya bisa menyerang manusia, tetapi juga menyerang hewan peliharaan, seperti kucing.

Ciri-ciri kucing diare salah satunya adalah frekuensi buang air besar yang meningkat drastis.

Untuk mengetahui ciri-ciri lainnya, simak dalam ulasan berikut ini.

10 Ciri-Ciri Kucing Diare

Ilustrasi Ciri-ciri Kucing Diare. Sumber Foto: Unsplash.com/Alexandru Zdrobău

Dikutip dari Hidup Sehat Bersama Kucing Kesayangan karya Nurheti Yuliarti, (2013) diare adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh kucing.

Diare ditandai dengan kotoran yang encer atau berair, frekuensi buang air besar yang meningkat, dan adanya lendir atau darah di tinja.

Masalah diare pada kucing sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, keracunan, perubahan pola makan, atau penyakit kronis.

Berikut ini adalah ciri-ciri kucing diare yang perlu diketahui oleh pemiliknya.

  1. Nafsu makan menurun

  2. Air liur di mulut kucing

  3. Kucing malas untuk bergerak

  4. Kotoran berwarna merah, kuning, hijau, atau hitam

  5. Kotoran berbau busuk

  6. Kotoran mengandung lendir atau darah

  7. Kucing mengejan saat buang air besar

  8. Kucing muntah

  9. Penurunan berat badan

Cara Mengatasinya Diare pada Kucing

llustrasi Ciri-ciri Kucing Diare. Sumber Foto: Unsplash.com

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi diare pada kucing, antara lain:

  1. Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering. Makanan yang diberikan harus mudah dicerna dan rendah lemak, seperti daging ayam rebus tanpa tulang atau nasi putih. Hindari memberikan susu, makanan pedas, atau makanan yang mengandung gula.

  2. Berikan air minum yang cukup dan bersih. Air minum bisa ditambahkan dengan elektrolit atau glukosa untuk mencegah dehidrasi. Jika kucing tidak mau minum, bisa disuapi dengan jarum suntik tanpa jarum.

  3. Berikan probiotik atau prebiotik untuk membantu mengembalikan keseimbangan bakteri usus yang baik. Probiotik atau prebiotik bisa didapatkan dari produk khusus untuk kucing atau dari yogurt rendah lemak.

  4. Berikan obat anti-diare sesuai dengan resep dokter hewan. Obat anti-diare bisa berupa antibiotik, antiparasit, antiinflamasi, atau obat pencahar. Ikuti petunjuk penggunaan dan dosis yang dianjurkan oleh dokter hewan.

Baca juga: Apakah Kucing Boleh Minum Kaldu Ayam? Ini Jawabannya

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri kucing diare dan cara mengatasinya. (WWN)