Konten dari Pengguna

2 Cara Budidaya Alga Chlorella agar Hasilnya Melimpah

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Sekedar Ilustrasi: Cara Budidaya Alga. Sumber: Francesco Ungaro/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Sekedar Ilustrasi: Cara Budidaya Alga. Sumber: Francesco Ungaro/Pexels.com

Chlorella termasuk jenis alga yang pertama kali diisolasi sekaligus dibudidayakan secara murni. Alga jenis ini penyebarannya luas, baik di perairan tawar maupun laut. Lantas bagaimana cara budidaya alga chlorella agar hasilnya melimpah?

Tutorial selengkapnya, simak di sini!

Cara Budidaya Alga Chlorella

Foto Hanya Ilustrasi: Cara Budidaya Alga. Sumber: giovanni/Pexels.com

R. Haryo Bimo Setiarto dalam buku berjudul Budidaya, Potensi, dan Pemanfaatan Mikroalga menjelaskan bahwa mikroalga jenis Alga Chlorella di Indonesia banyak dijadikan sebagai artemia, rotifer, dan pakan larva. Adapun cara budidayanya adalah:

1. Budidaya Dalam Ruangan

  • Budidaya dalam ruangan bisa dilakukan di dalam ruangan laboratorium yang terkontrol.

  • Benihnya diperoleh dari hasil isolasi langsung dari alam.

  • Proses kembang biak dengan teknik kultur. Teknik ini memakai media air laut yang bersih.

  • Menggunakan pupuk khusus, seperti larutan vitamin yang terdiri dari Vitamin B12, Aquades, dan Thiamin HCl.

  • Budidaya dalam ruangan, perlu dipasang alat pendingin AC.

  • Kontrol cahaya dalam ruangan dengan 1 sampai 2 lampu fluoresens intensitas 6-10.000 lux sebagai pengganti sinar matahari untuk proses fotosintesis.

  • Suhu ruangan yang pas adalah 17 hingga 20 derajat celcius agar mencegah kontaminasi.

  • Budidaya chlorella dalam ruangan pertama kali memakai botol yang volumenya 100 ml. Selanjutnya bisa dikembangkan menjadi semakin besar lagi memakai wadah ukuran 1 - 30 liter.

  • Jika air berubah kehijauan, chlorella mulai berkembang dan kepadatannya meningkat.

  • Gunakan sistem aerasi untuk mencegah penempelan chlorella di dinding tabung kultur.

  • Penyinaran terlalu tinggi akan membuat sel alga rusak.

2. Budidaya Di luar Ruangan Secara Massal

  • Budidaya di luar ruangan memakai media air laut dengan kapasitas lebih besar.

  • Setelah kultur murni dengan tinggi sekitar 100-120 x 106 sel/ml bisa diambil untuk benih kultur luar ruangan dalam skala lebih besar.

  • Gunakan pupuk teknis atau pupuk yang sering digunakan untuk tanaman dan taruh pada lokasi yang terkena sinar matahari cukup agar mudah berfotosintesis.

  • Wadah yang dibutuhkan ukurannya 0,5 sampai 1 meter persegi atau bisa memakai bak ukuran 4 sampai 30 meter persegi, tergantung skala usaha yang dilaksanakan.

  • Gunakan pupuk dalam setiap meter kubik media air kultur dengan 100 gram (NH4) 2SO4 (pupuk ZA), 30 gram pupuk TSP, dan 10 gram pupuk Urea.

  • Tebarkan benih chlorella dengan kepadatan 1 sampai 2 juta se/ml atau sepersepuluh dari volume bak dan di pasok aerasi untuk sumber oksigen.

  • Tebarkan benih pada pagi hari agar benih tidak banyak yang mati.

  • Chlorella dapat panen setidaknya 5-7 hari. Lamanya panen disesuaikan dengan cuaca.

Demikianlah penjelasan tentang cara budidaya alga chlorella yang menarik untuk diketahui. (eK)