2 Cara-Cara Fermentasi Pakan Lele agar Pertumbuhan Optimal

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara-cara fermentasi pakan lele penting diketahui supaya pertumbuhan ikan semakin optimal. Makanan yang difermentasi lebih mudah dicerna sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan.
Berikut cara-cara fermentasi pakan lele yang penting dipelajari.
Mengenal Fermentasi Pakan Lele
Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam budidaya ikan lele adalah pakan. Ikan berkumis ini hidup di perairan tawar dengan tubuh licin agak pipih memanjang.
Melansir repository.ump.ac.id, di seluruh dunia setidaknya terdapat 55 jenis ikan lele. Lele sangat menyukai makanan berupa bekicot, maggot, cacing, hingga ikan runcah.
Meski ada beragam pakan ikan yang bisa diberikan, fermentasi pakan ikan lele, seperti dengan probiotik, terbukti mampu meningkatkan kualitas pakan.
Bukan hanya itu, senyawa yang kompleks pada pakan bisa dengan mudah diuraikan lewat proses fermentasi sehingga menjadi senyawa yang lebih sederhana. Dengan demikian, lele akan mudah mencerna makanan.
Cara-Cara Fermentasi Pakan Lele yang Tepat
Proses pencernaan makanan yang maksimal dalam tubuh ikan menjadikan pertumbuhannya kian optimal. Namun, banyak orang menyangka bahwa membuat pakan fermentasi bagi lele terbilang sulit. Padahal, langkah pembuatannya relatif mudah.
Inilah cara-cara fermentasi pakan lele yang tepat sehingga mampu menunjang pertumbuhan dan kesehatan ikan.
1. Fermentasi Pakan Lele pada Ampas Tahu
Bahan:
5 kg ampas tahu
5 kg dedak
1,5 kg sampah kepala ikan asin
1 liter molases
200 ml EM4 perikanan
2 sdm ragi tempe
Cara Membuat:
Siapkan wadah, kemudian masukkan molases serta EM4. Biarkan selama dua jam.
Pastikan ampas tahu dipress lebih dulu sebelum diproses sehingga mengurangi kadar airnya. Lalu, campur ampas tahu dengan dedak.
Selanjutnya, sampah kepala ikan asin harus direndam lebih dulu dalam air garam sejenak, baru diblender dengan sedikit air sampai halus.
Masukkan sisa kepala ikan asin tersebut dalam adonan. Tambahkan larutan EM4 yang sudah dicampur molases ke adonan. Campurkan juga ragi tempe hingga rata.
Fermentasi dilakukan selama 7-10 hari.
Setelah proses ini, pakan dikeluarkan dan digelar di atas karung setipis mungkin untuk mengurangi kadar air serta melepaskan gas hasil fermentasi. Ini memerlukan waktu satu hari.
Esoknya, lakukan pencetakan dengan alat sederhana lantas jemur pakan fermentasi hingga kering selama 2-3 hari. Jika sudah, pakan siap diberikan pada ikan atau disimpan.
2. Fermentasi Pakan Lele pada Daun Pepaya dan Bahan Lain
Fermentasi pakan lele juga bisa dilakukan pada daun pepaya dan bahan lain, seperti dedak atau pelet.
Cara fermentasinya, yaitu dengan menambahkan probiotik 2 sampai 4 ml/kg pakan dengan air sebanyak 25% dari berat pakan. Aduk lalu campur dengan pakan hingga merata.
Tempatkan pakan dalam wadah dan tutup rapat. Setelah 48 jam, pakan sudah siap diberikan pada ikan lele bioflok.
Demikian cara-cara fermentasi pakan lele yang perlu diketahui peternak. Makanan jenis ini dinilai lebih baik sebab bisa meningkatkan kualitas pakan. (DN)
