Konten dari Pengguna

2 Cara Mengatasi Lahan Kering agar Tidak Gagal Panen

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengatasi lahan kering, foto: unsplash/Maciek Wróblewski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengatasi lahan kering, foto: unsplash/Maciek Wróblewski

Cara mengatasi lahan kering menjadi topik yang sangat penting dalam dunia pertanian, mengingat perubahan iklim yang semakin tidak menentu dapat menyebabkan kekeringan dan membuat banyak petani menghadapi ancaman gagal panen.

Namun, ada berbagai metode yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah lahan kering, dan cara yang efektif untuk memastikan hasil pertanian tetap optimal meski menghadapi lahan kering.

Cara Mengatasi Lahan Kering

Ilustrasi cara mengatasi lahan kering, foto: unsplash/E. Diop

Berikut ini merupakan dua cara mengatasi lahan kering agar tidak gagal panen.

1. Penggunaan Mulsa untuk Menjaga Kelembaban Tanah

Salah satu cara mengatasi lahan kering yang paling mudah dan efektif adalah dengan penggunaan mulsa. Mulsa berfungsi sebagai pelindung permukaan tanah dari paparan langsung sinar matahari yang dapat menyebabkan penguapan air secara berlebihan.

Dikutip dari buku Teknik Pertanian untuk Lahan Kering, Handoko, 2018:120, mulsa dapat berupa bahan organik seperti jerami, daun kering, atau bahkan plastik yang disebar di sekitar tanaman.

Fungsi utama mulsa adalah untuk menjaga kelembaban tanah, mengurangi penguapan air, serta melindungi tanah dari erosi.

Dengan adanya mulsa, tanah akan lebih mampu mempertahankan kelembabannya dalam jangka waktu yang lebih lama, yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman di lahan yang cenderung kering.

2. Penggunaan Sistem Irigasi yang Efisien

Selain mulsa, salah satu cara mengatasi lahan kering lainnya adalah dengan menggunakan sistem irigasi yang efisien. Pada lahan yang kekurangan air, penggunaan air secara bijaksana sangatlah penting.

Dikutip dari buku Irigasi Pertanian untuk Lahan Kering, Susanto, 2017:90, sistem irigasi tetes atau mikro-irigasi sangat direkomendasikan untuk diterapkan pada lahan kering.

Sistem ini memungkinkan distribusi air yang lebih tepat, langsung ke akar tanaman, tanpa pemborosan.

Sistem irigasi ini sangat cocok untuk daerah yang memiliki sumber daya air terbatas karena dapat menghemat penggunaan air, mengurangi penguapan, dan meningkatkan efisiensi distribusi air kepada tanaman.

Sistem irigasi yang efisien juga dapat mengatur waktu penyiraman sesuai kebutuhan tanaman, yang pada gilirannya dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman meskipun di lahan yang kering.

Mengatasi lahan kering memang membutuhkan perhatian ekstra, namun dengan penerapan metode yang tepat, masalah ini bisa diatasi dengan baik.

Penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah dan sistem irigasi yang efisien merupakan dua cara mengatasi lahan kering yang terbukti dapat meningkatkan hasil pertanian.

Petani yang bijak dalam memilih dan menerapkan kedua metode ini akan mendapatkan hasil panen yang optimal meskipun menghadapi tantangan lahan kering.

Dalam jangka panjang, kedua metode ini juga berkontribusi terhadap keberlanjutan pertanian yang ramah lingkungan dan hemat air. (Mona)

Baca Juga: Apakah Buah Leci Musiman? Simak Fakta Menariknya di Sini