3 Cara Ternak Cendet Sangkar Gantung untuk Hasil yang Maksimal

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara ternak cendet sangkar gantung menjadi pilihan bagi banyak penghobi burung kicau yang ingin mendapatkan hasil maksimal.
Metode ini lebih praktis dibandingkan sistem ternak di kandang koloni karena memungkinkan kontrol lebih baik terhadap setiap individu burung.
Dengan teknik yang tepat, cendet akan berkembang biak dengan optimal dan menghasilkan anakan berkualitas.
Cara Ternak Cendet Sangkar Gantung
Berikut ini adalah tiga cara ternak cendet sangkar gantung untuk hasil yang paling maksimal.
1. Pemilihan Indukan yang Berkualitas
Dikutip dari buku Panduan Beternak Cendet, Agus Santoso, 2019:87, dijelaskan bahwa pemilihan indukan yang tepat sangat berpengaruh dalam cara ternak cendet sangkar gantung.
Indukan yang dipilih harus memiliki kondisi fisik yang sehat, postur ideal, dan rajin berkicau. Jantan yang memiliki suara lantang dan betina yang aktif akan meningkatkan peluang keberhasilan dalam berkembang biak.
Dikutip dari buku Teknik Breeding Burung Kicau, Rudi Hartono, 2021:102, disebutkan bahwa usia ideal indukan adalah 1-2 tahun karena sudah matang secara reproduksi.
Indukan sebaiknya diberi pakan bernutrisi tinggi, seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong, untuk memastikan stamina dan kesuburannya tetap terjaga.
2. Persiapan Sangkar Gantung yang Nyaman
Cara ternak cendet sangkar gantung juga memerlukan persiapan tempat yang sesuai.
Dikutip dari buku Breeding Burung Cendet, Budi Wijaya, 2020:75, dijelaskan bahwa sangkar gantung sebaiknya memiliki ukuran minimal 40x40x60 cm agar burung dapat bergerak dengan leluasa.
Di dalamnya harus disediakan tenggeran, wadah pakan, minum, serta sarang dari serat kelapa atau daun kering untuk tempat bertelur.
Menempatkan sangkar di lokasi yang tenang dan tidak terlalu terpapar sinar matahari langsung juga penting agar burung merasa nyaman. Dengan lingkungan yang stabil, cendet akan lebih cepat beradaptasi dan mudah dikembangbiakkan.
3. Perawatan dan Pemantauan Anakan
Setelah betina bertelur, proses penetasan perlu diawasi dengan baik. Dikutip dari buku Budi Daya Cendet Gantung, Hendro Saputro, 2018:94, dijelaskan bahwa telur akan menetas dalam waktu 14-16 hari.
Setelah menetas, anakan perlu diberikan pakan yang sesuai, seperti kroto dan jangkrik kecil, agar tumbuh dengan baik.
Cara ternak cendet sangkar gantung membutuhkan ketelatenan dalam pemilihan indukan, persiapan sangkar, serta perawatan anakan. Dengan metode yang tepat, hasil ternak akan lebih maksimal dan menghasilkan cendet berkualitas tinggi. (Anggie)
Baca Juga: Cara Mengusir Burung dari Atap agar Tidak Kembali Lagi
