Konten dari Pengguna

3 Ciri-ciri Sugar Glider Hamil dan Cara Merawatnya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Sugar Glider Hamil. Sumber: Unsplash.com/David Clode
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Sugar Glider Hamil. Sumber: Unsplash.com/David Clode

Ciri-ciri sugar glider hamil salah satunya terdapat benjolan sebesar biji jagung di kantong induk. Jika menemukan kondisi tersebut pada induk sugar glider, hindari tindakan memegang induk atau menyentuh bagian benjolannya.

Tindakan tersebut perlu dihindari karena akan sangat mengganggu induk sugar glider dan dapat membuatnya menjadi stres. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara merawat sugar glider hamil yang tepat. Simak selengkapnya di sini.

3 Ciri-Ciri Sugar Glider Hamil

Ilustrasi Ciri-Ciri Sugar Glider Hamil. Sumber: Unsplash.com/Timur Garifov

Sugar glider merupakan jenis hewan marsupial, yakni hewan mamalia yang mempunyai kantong di perut. Berdasarkan kondisi tersebut, diketahui bahwa sugar glider adalah hewan yang dapat mengalami masa kehamilan dan proses melahirkan.

Setiap pemilik sugar glider hendaknya mengetahui ciri-ciri kehamilan pada sugar glider. Tujuannya agar dapat memperlakukan induk sugar glider dengan baik sehingga anaknya pun akan tumbuh sehat.

Ciri-ciri sugar glider hamil meliputi tiga hal, yakni ada benjolan di perut induk, induk menjilati kantongnya, dan kantong mulai basah. Berikut penjelasannya.

1. Benjolan di Perut Induk

Ciri sugar glider hamil yang paling mudah dilihat adalah benjolan di perut induk. Sugar glider yang sedang hamil umumnya memiliki benjolan di perut berukuran sebesar biji jagung.

2. Induk Menjilati Kantongnya

Ciri yang kedua adalah induk betina kerap menjilati kantongnya. Induk sugar glider biasa melakukan hal tersebut untuk memastikan bahwa posisi bayinya sudah benar atau belum.

3. Kantong Induk Mulai Basah

Seiring dengan kecenderungan induk sugar glider menjilati kantongnya, kantong pun akan basah.

Oleh karena itu, kantong induk yang mulai basah juga dapat menjadi tanda bahwa sugar glider sedang hamil.

Cara Merawat Sugar Glider yang Hamil

Ilustrasi Ciri-Ciri Sugar Glider Hamil. Sumber: Unsplash.com/David Clode

Layaknya hewan menyusui, beberapa induk sugar glider pun memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih sensitif saat hamil.

Oleh karena itu, setiap pemilik perlu menghindari tindakan memegang induk atau menyentuh bagian benjolan (perut) sugar glider.

Mengutip dari buku Hewan Kesayangan Mini & Eksotis karya Kanda dan Pratiwi (2013: 123), masa kehamilan sugar glider berkisar antara 15 – 17 hari. Pemilik perlu memperhatikan induk sugar glider pada masa tersebut.

Cara merawat sugar glider yang hamil, yaitu:

  1. Jika satu kandang terdiri dari lebih dari dua sugar glider, pisahkan induk yang sedang hamil. Tujuannya untuk mencegah induk menjadi stres dan mencegah kanibalisme pada anakan sugar glider.

  2. Jika satu kandang hanya terdiri dari dua sugar glider (induk jantan dan betina), sugar glider tidak perlu dipisah. Namun, asupan gizi dan makanan harus sangat diperhatikan guna mencegah kanibalisme.

  3. Beri batok kelapa atau pouch tambahan supaya induk memiliki tempat yang nyaman.

  4. Selalu memantau perkembangan sugar glider.

Menurut buku Sugar Glider Si Hewan Saku yang Unik karya Catro (2013: 17), setelah masa kehamilan, joey akan merangkak ke kantong perut induk untuk pengembangan lebih lanjut.

Walaupun proses tersebut jarang terlihat, pertumbuhan joey akan tetap tampak. Hal itu dikarenakan joey akan terus bertumbuh dan berkembang di kantong induk selama dua bulan.

Selama dua bulan tersebut, pemilik juga harus selalu memastikan kecukupan makanan dan minum induk. Hal itu diperlukan karena induk akan menyusui anaknya selama 7 – 12 minggu.

Kesimpulannya, ciri-ciri sugar glider hamil meliputi adanya benjolan pada perut induk, induk menjilati kantongnya, dan kantong induk mulai basah. Hal terpenting adalah selalu merawat induk dengan baik agar anakan bisa tumbuh sehat. (AA)