Konten dari Pengguna

3 Ciri Tanaman Padi Kena Asem-aseman

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri Tanaman Padi Kena Asem-aseman. pexels/Sergei A
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri Tanaman Padi Kena Asem-aseman. pexels/Sergei A

Ciri tanaman padi kena asem-aseman sekarang banyak meresahkan petani. Sebagai komoditas utama dan makanan pokok di Indonesia, padi sangat rentan terhadap berbagai gangguan dan penyakit.

Dikutip dari distan.bulelengkab.go.id, asem-aseman adalah istilah yang digunakan oleh petani untuk menggambarkan kondisi pertumbuhan padi yang tidak normal, khususnya akibat gangguan lingkungan dan penyakit akar.

Ciri Tanaman Padi Kena Asem-aseman

Ilustrasi Ciri Tanaman Padi Kena Asem-aseman. pexels/Quang Nguyen Vinh

Untuk mencegah kerugian hasil panen, ciri tanaman padi kena asem-aseman sangat perlu diidentifikasi dan ditindaklanjuti. Berikut ini ciri utamanya.

1. Daun Berwarna Kuning dan Layu

Saat daun padi menguning secara tidak normal di bagian bawahnya, ini adalah tanda padi kena asem-aseman paling umum ditemukan. Daun pun tampak layu meskipun kondisi tanah tidak kering.

Hal ini terjadi akibat sistem perakaran terganggu dan tidak bisa menyerap nutrisi dengan maksimal. Gejalanya tampak dari warna daun yang berubah dari hijau segar menjadi kuning kusam, dan mengering seluruhnya pada kondisi parah.

Tanaman padi yang terkena asem-aseman akan tampak tidak bertenaga. Selain itu padi menjadi tumbuh lebih lambat dibandingkan tanaman yang sehat.

Apabila tidak ditangani, proses fotosintesis akan terganggu dan pertumbuhan gabah tidak bisa optimal.

2. Akar Berwarna Hitam dan Bau Busuk

Ciri lainnya adalah akar padi rusak, berwarna hitam, dan mengeluarkan bau busuk. Penyebab kondisi ini adalah serangan mikroorganisme patogen seperti adanya jamur atau bakteri.

Hal ini dapat terjadi di lahan sawah yang terlalu asam atau tergenang air tanpa drainase yang cukup. Akar padi yang rusak mengakibatkan suplai nutrisi dan air ke batang jadi terganggu, dan tanaman pun mengalami stres.

Akar padi yang sehat umumnya berwarna putih kekuningan dan memiliki banyak rambut akar. Sebaliknya, saat tanaman padi kena asem-aseman, akar berbau busuk dan tampak mati.

3. Pertumbuhan Padi Terhambat dan Panen Tidak Maksimal

Ciri padi kena asem-aseman adalah proses pertumbuhannya terhambat. Tanaman tampak kerdil, tidak merata, dan sulit berbulir meskipun sudah memasuki masa generatif.

Bahkan jika tanaman tetap berbulir, gabah cenderung kosong atau berisi ringan. Hal ini membuat hasil panen menurun drastis.

Penyakit asem-aseman dapat menyebar dan memengaruhi sebagian besar lahan tanam apabila tidak segera ditangani. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah pengaturan pH tanah, drainase, dan penggunaan pupuk organik.

Ciri-ciri tanaman padi kena asem-aseman adalah daun berwarna kuning, akar membusuk, dan pertumbuhan padi terganggu. Hal ini harus diwaspadai dengan deteksi dini untuk menjaga hasil panen sesuai yang diharapkan. (Zen)

Baca Juga: 6 Peralatan Petani yang Sering Digunakan