Konten dari Pengguna

3 Contoh Pupuk Hayati dan Kelebihannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pupuk hayati, sumber foto: unsplash.com/CDC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pupuk hayati, sumber foto: unsplash.com/CDC

Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya tahan tanaman dari ancaman hama dan penyakit.

Meski kerap dianggap sama, pupuk hayati berbeda dengan pupuk organik. Di mana pupuk organik lebih diperuntukkan sebagai bahan nutrisi tanaman, sedangkan pupuk hayati dibutuhkan untuk mengolah bahan-bahan agar menjadi nutrisi yang siap diambil oleh tanaman.

Ada beberapa contoh pupuk organik yang biasa digunakan pada tanaman. Simak pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Pupuk Hayati

Ilustrasi contoh pupuk hayati, sumber foto: unsplash.com/CDC

Dikutip dari buku Pupuk Hayati untuk Pertanian Lestari karya Syalaa, (2022) pupuk hayati sebenarnya bukan termasuk golongan pupuk organik. Pupuk hayati termasuk ke dalam golongan pembenah tanah organik.

Artinya, pupuk hayati adalah kumpulan organisme makhluk hidup yang bertugas untuk memperbaiki atau mempertahankan kesuburan tanah. Secara umum ada dua fungsi utama dari pupuk hayati.

Pupuk jenis ini berguna sebagai pembangkit kehidupan tanah (soil regenerator), yaitu dengan meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik yang ada di dalam tanah, sehingga memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologi tanah.

Selain itu, pupuk hayati juga berguna sebagai penyedia nutrisi tanaman yaitu dengan membantu penambatan, pelarutan, dan penguraian zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman, serta menghasilkan zat pengatur tumbuh dan menekan pertumbuhan organisme parasit tanaman.

Contoh Pupuk Hayati

Berikut adalah beberapa contoh pupuk hayati berdasarkan fungsi dan jenis mikroorganismenya.

1. Pupuk Hayati Penambat Nitrogen

Pupuk hayati penambat nitrogen merupakan pupuk yang mengandung mikroorganisme yang mampu menambat nitrogen dari udara bebas dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa diserap oleh tanaman.

Contoh mikroorganisme yang ada pada pupuk penambat nitrogen adalah Rhizobium sp., Azotobacter sp., Azospirillum sp., dan lain-lain.

2. Pupuk Hayati Pelarut Fosfat

Pupuk hayati perlarut fosfat adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme yang mampu melarutkan fosfat yang terikat dalam senyawa-senyawa tidak larut di dalam tanah dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa diserap oleh tanaman.

3. Pupuk Hayati Pengurai Bahan Organik

Pupuk hayati pengurai bahan organik ialah jenis pupuk yang mengandung mikroorganisme yang mampu menguraikan sisa-sisa bahan organik di dalam tanah menjadi nutrisi bagi tanaman.

Kelebihan Pupuk Hayati

Ilustrasi contoh pupuk hayati, sumber foto: unsplash.com/CDC

Pemakaian pupuk hayati memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pupuk kimia atau pupuk organik lainnya, antara lain:

  1. Mampu menyediakan unsur hara yang lengkap dan berkesinambungan. Karena mikroorganisme yang terkandung dalam pupuk hayati bisa memproduksi sendiri atau melarutkan zat hara dari sumber-sumber lain di dalam tanah.

  2. Tidak memberi dampak negatif bagi tanah, tanaman, lingkungan, dan manusia. Karena pupuk hayati bersifat alami dan ramah lingkungan.

  3. Harganya lebih murah. Karena pupuk hayati bisa dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapat atau dibeli dengan harga terjangkau.

  4. Meningkatkan kualitas hasil panen. Karena pupuk hayati bisa meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan.

Baca juga: 4 Jenis Pupuk untuk Tanaman Hias yang Penting Diketahui

Itulah penjelasan mengenai pupuk hayati beserta contoh dan kelebihannya dalam dunia pertanian. (WWN)