3 Penyakit Tanaman Nangka dan Cara Mengobatinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nangka adalah tanaman yang banyak ditemui di daerah Indonesia. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat. Penyakit tanaman nangka sering dijumpai dan menjadi momok bagi petani.
Pohon nangka adalah pohon besar yang berdaun hijau dan dapat menghasilkan buah. Buah pohon nangka dapat dikonsumsi langsung setelah matang atau digunakan sebagai bahan masakan khas Indonesia.
Penyakit Tanaman Nangka dan Cara Mengobatinya
Terdapat berbagai penyakit yang dapat menyerang tanaman nangka. Berikut adalah penyakit tanaman nangka dan cara mengobatinya menurut situs web greenshack.
1. Akar Busuk
Busuk akar pada Nangka dapat berakibat fatal jika tidak diobati dengan hati-hati. Gejala yang muncul adalah akar menjadi lunak dan menghitam serta terdapat jamur berwarna abu-abu.
Busuk pada akar dapat disebabkan karena tumbuhan disiram terlalu banyak. Tanaman ini dapat diobati dengan cara membuang bagian tanaman yang rusak, memotong akar dan daun yang sakit, lalu memindahkan tanaman ke tempat baru yang lebih steril.
2. Penyakit pada Daun
Penyakit pada daun ditandai dengan adanya lingkaran atau titik-titik berwarna di permukaan daun. Daun yang diserang dapat tiba-tiba berubah warna atau layu.
Dalam dunia hortikultura, daun menguning merupakan masalah yang paling umum. Dua penyebab masalah utama ini adalah penyiraman berlebihan dan kekurangan nutrisi.
Berikut adalah cara mengetahui penyebab penyakit pada daun.
Kekurangan magnesium: bercak kuning di antara urat daun pada daun tua. urat daun tetap berwarna hijau sementara inti daun menguning. Tepi daun menguning terakhir.
Kekurangan zat besi: urat daun menguning, daun muda pada pucuk tanaman dan ujung cabang awalnya terpengaruh (ikut menguning).
Kekurangan belerang: dimulai dari daun-daun muda yang kemudian berubah menjadi kuning secara menyeluruh.
Kekurangan kalium: tepi daun menguning cerah, tetapi daun bagian dalam tetap hijau. Daun yang lebih tua menunjukkan gejala terlebih dahulu, dan tepi daun segera berubah menjadi coklat.
Kekurangan nitrogen: menguningnya daun secara meluas. Daun bagian dalam yang lebih tua adalah yang pertama menguning. Seiring dengan menguningnya daun, pada akhirnya akan mempengaruhi daun muda juga.
Petani dapat mengidentifikasi kekurangan unsur hara pada tanaman nangka. Kekurangan unsur hara dapat disumbuhkan dengan cara membeli pupuk atau obat tanaman pada toko tanaman terdekat yang disesuaikan dengan penyakit yang sedang diderita tanaman.
3. Terbakar Matahari
Cukup mudah untuk mengetahui apakah tanaman nangka terbakar matahari. Tanaman nangka yang terbakar matahari akan berubah warna menguning atau putih.
Jika nangka menerima terlalu banyak udara atau tidak cukup cahaya, daunnya juga dapat berubah warna. Bagian bawah daun yang menguning dengan area yang teduh di dekat pangkalnya dapat diperiksa untuk memastikan apakah daun tersebut terbakar matahari.
Jika bagian ini tetap berwarna hijau, kemungkinan besar daun yang menguning tersebut terbakar matahari dan bukan karena hal lain. Daun tanaman yang menghitam biasanya merupakan gejala bahwa tanaman tersebut terpapar sinar matahari langsung secara berlebihan.
Tanaman nangka mungkin tidak akan mati, tetapi pertumbuhannya akan berdampak negatif. Nangka akan tumbuh kembali dengan cepat dengan cara memberi peneduh pada sebagian daun atau memindahkan tanaman di lingkungan yang lebih sesuai.
Penyakit tanaman nangka dapat disembuhkan secara tepat apabila petani mengetahui cara mengobatinya. Pengecekan secara berkala perlu dilakukan agar pertumbuhan semakin optimal. (Fia)
Baca juga: 4 Jenis Pupuk Kandang Untuk Tanaman
