3 Penyebab Daging Kurban Bau dan Cara Mudah Mengolahnya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab daging kurban bau merupakan masalah umum yang kerap ditemukan usai proses penyembelihan hewan kurban. Bau tidak sedap pada daging ini biasanya muncul akibat beberapa faktor, baik dari kondisi hewan sebelum disembelih maupun setelah pemotongan.
Dikutip dari buku Teknologi Hasil Ternak, H. Hadiwiyoto, 1994:31, dijelaskan bahwa kualitas daging sangat bergantung pada perlakuan pra dan pascapanen, termasuk kebersihan, cara penyembelihan, dan penanganan setelah dipotong.
Jika proses-proses tersebut tidak dilakukan dengan benar, daging cenderung mengeluarkan bau anyir atau asam.
Penyebab Daging Kurban Bau
Berikut ini adalah tiga penyebab daging kurban bau dan langkah mudah untuk mengatasinya.
1. Darah Tidak Keluar Sempurna Saat Penyembelihan
Penyebab daging kurban bau yang paling sering terjadi adalah proses penyembelihan yang tidak sempurna, sehingga darah tertinggal dalam jaringan otot.
Darah yang tersisa menjadi media tumbuh bakteri dan menghasilkan aroma tak sedap.
Untuk mencegah hal ini, penyembelihan harus dilakukan dengan cara memotong tiga saluran utama di leher saluran napas, pembuluh darah, dan kerongkongan secara cepat dan tepat.
Daging yang telah dipotong sebaiknya digantung beberapa saat agar darah benar-benar keluar.
2. Tidak Dicuci atau Dicuci dengan Air Kotor
Daging yang langsung disimpan tanpa dicuci atau dicuci menggunakan air yang tidak bersih dapat menjadi penyebab bau tidak sedap. Air yang kotor membawa bakteri tambahan yang mempercepat pembusukan.
Penting untuk mencuci daging menggunakan air bersih yang mengalir untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran di permukaan.
3. Penyimpanan Tidak Sesuai Suhu Ideal
Menyimpan daging dalam suhu ruang dalam waktu lama mempercepat reaksi pembusukan.
Suhu ideal penyimpanan daging segar adalah 0–4°C, dan harus disimpan dalam wadah tertutup.
Jika daging langsung dimasukkan ke dalam freezer tanpa pendinginan awal, aroma tidak sedap lebih mudah muncul.
Teknik pendinginan bertahap menjadi salah satu solusi praktis untuk mempertahankan kualitas aroma dan rasa.
Memahami penyebab daging kurban bau dapat membantu dalam proses penanganan daging agar tetap segar dan layak konsumsi.
Bau daging berkaitan erat dengan kebersihan penyembelihan, pencucian, dan metode penyimpanan. Penanganan yang tepat sejak awal menjadi kunci utama agar daging kurban bebas bau dan siap diolah menjadi hidangan lezat. (Anggie)
Baca Juga: 7 Tips Menyimpan Daging Kurban di Freezer agar Awet dan Tidak Bau
