3 Penyebab Daging Sapi Bau Prengus yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bau prengus pada daging sapi seringkali menjadi masalah yang mengurangi kenikmatan saat mengonsumsi hidangan berbahan dasar daging. Simak beberapa penyebab daging sapi bau prengus.
Daging sapi dikenal memiliki aroma yang khas, tetapi bau prengus yang terlalu kuat bisa mengindikasikan beberapa hal. Memahami penyebabnya akan membantu pemilik dalam memilih, menyimpan, dan mengolah daging agar terhindar dari bau yang tidak sedap ini.
Penyebab Daging Sapi Bau Prengus
Mengutip lama online-journal.unja.ac.id, inilah beberapa penyebab daging sapi bau prengus.
1. Penanganan Pascamotong yang Kurang Tepat
Penyebab utama bau prengus pada daging sapi seringkali bermula dari penanganan pascamotong yang kurang tepat. Setelah disembelih, darah dan sisa-sisa kotoran dalam tubuh hewan perlu dibersihkan dengan baik.
Jika proses pengeluaran darah tidak sempurna, sisa darah yang tertinggal dalam daging akan mengalami oksidasi dan pembusukan, memicu bau amis atau prengus yang kuat.
Selain itu, sanitasi selama proses pemotongan juga krusial. Alat-alat yang tidak bersih atau kontaminasi dari lingkungan sekitar dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada daging.
Bakteri ini akan menghasilkan senyawa volatil yang menimbulkan bau tidak sedap. Penyimpanan daging dalam suhu ruangan terlalu lama setelah dipotong juga menjadi pemicu, karena suhu tinggi akan mempercepat perkembangbiakan bakteri.
2. Kondisi Kesehatan dan Pakan Sapi
Kondisi kesehatan dan jenis pakan sapi juga turut memengaruhi aroma daging.
Sapi yang sedang sakit atau mengalami stres sebelum disembelih cenderung memiliki kualitas daging yang kurang baik, termasuk potensi bau prengus yang lebih kuat.
Stres pada hewan dapat memicu pelepasan hormon tertentu yang memengaruhi komposisi kimia daging.
Pakan sapi yang kurang berkualitas atau mengandung bahan-bahan tertentu juga bisa berkontribusi pada bau prengus.
Misalnya, pakan yang terlalu banyak mengandung sulfur atau pakan yang sudah basi dapat memengaruhi metabolisme sapi dan pada akhirnya berdampak pada bau daging.
Sapi yang mengonsumsi pakan alami dan sehat cenderung menghasilkan daging dengan aroma yang lebih netral.
3. Cara Penyimpanan Daging yang Salah
Setelah daging dibeli, cara penyimpanan yang salah adalah faktor umum lain yang menyebabkan bau prengus. Daging sapi adalah bahan makanan yang sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri jika tidak disimpan dengan benar.
Menyimpan daging pada suhu ruangan terlalu lama memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat, menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau tidak sedap.
Idealnya, daging sapi harus segera disimpan di lemari es (chiller) dengan suhu 0-4°C jika akan digunakan dalam waktu dekat (1-2 hari).
Untuk penyimpanan jangka panjang, daging harus dibekukan di freezer pada suhu -18°C atau lebih rendah. Pembekuan yang cepat membantu mencegah pembentukan kristal es besar yang bisa merusak tekstur daging dan meminimalkan pertumbuhan bakteri.
Penting juga untuk menghindari pencairan dan pembekuan berulang, karena proses ini dapat merusak sel-sel daging dan mempercepat degradasi, yang pada akhirnya memicu bau prengus.
Dengan memahami ketiga penyebab daging sapi bau prengus ini, pemilik bisa lebih cermat dalam memilih dan mengolah daging sapi, sehingga hidangan yang disajikan terbebas dari bau prengus yang mengganggu.
Baca Juga: Apakah Daging Sapi Cincang Perlu Dicuci? Ini Panduannya
