Konten dari Pengguna

3 Penyebab Daging Sapi Keras saat Dimasak dan Cara Memasaknya yang Benar

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Daging Sapi Keras saat Dimasak. Unsplash/Inna Safa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Daging Sapi Keras saat Dimasak. Unsplash/Inna Safa

Siapa yang tidak kecewa saat menyantap hidangan daging sapi yang seharusnya empuk, namun ternyata alot dan sulit dikunyah? Untuk itu, simak penyebab daging sapi keras saat dimasak dan solusinya.

Masalah ini kerap terjadi di dapur, dan seringkali penyebabnya bukan karena kualitas dagingnya yang buruk, melainkan kesalahan dalam proses memasak.

Penyebab Daging Sapi Keras saat Dimasak dan Solusinya

Ilustrasi Penyebab Daging Sapi Keras saat Dimasak. Unsplash/hailegebrael berhanu

Mengutip buku Ilmu dan Teknologi Daging Edisi Kedua oleh Soeparno (2024), untuk menghindari kekecewaan serupa, ketahui tiga penyebab daging sapi keras saat dimasak dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Kesalahan dalam Pemilihan Bagian Daging

Tidak semua bagian daging sapi diciptakan sama untuk setiap jenis masakan. Bagian daging seperti sengkel atau sandung lamur, yang kaya akan jaringan ikat, akan sangat keras jika dimasak dengan cepat.

Bagian ini membutuhkan waktu masak yang lama dengan suhu rendah (misalnya direbus, disemur, atau dipanggang perlahan) agar jaringan ikatnya melunak menjadi gelatin, menghasilkan tekstur yang empuk dan juicy.

Sebaliknya, bagian tenderloin atau sirloin yang lebih ramping dan lembut cocok untuk dimasak cepat seperti dipanggang atau ditumis. Mengenali karakteristik setiap bagian daging adalah kunci pertama menuju hidangan daging sapi yang sempurna.

2. Memasak Terlalu Cepat dengan Suhu Tinggi

Memasak daging sapi terlalu cepat dengan suhu yang sangat tinggi, terutama untuk potongan yang tidak tipis, akan membuat serat-serat protein di dalamnya mengerut dan mengeras.

Panas yang tiba-tiba dan intens "mengejutkan" daging, memaksa kelembaban keluar dan meninggalkan tekstur yang kering dan alot.

Untuk menghindari ini, pastikan wajan atau panci cukup panas sebelum daging dimasukkan, lalu masak dengan suhu sedang cenderung rendah untuk memungkinkan panas menembus daging secara bertahap.

Untuk potongan tebal, bisa memulainya dengan searing singkat (teknik memasak di mana permukaan makanan) untuk membentuk kerak, lalu pindahkan ke oven dengan suhu lebih rendah untuk memasak hingga kematangan yang diinginkan.

3. Tidak Memberikan Waktu Istirahat (Resting) Setelah Dimasak

Mungkin terdengar sepele, tetapi membiarkan daging sapi beristirahat setelah dimasak adalah langkah krusial yang sering dilewatkan. Saat dimasak, cairan dalam daging akan bergerak ke tengah.

Jika ingin langsung memotongnya, cairan tersebut akan tumpah keluar, meninggalkan daging yang kering dan kurang beraroma.

Biarkan daging beristirahat setidaknya 5-10 menit (untuk potongan kecil) atau bahkan hingga 20 menit (untuk potongan besar) setelah keluar dari panas.

Selama waktu ini, suhu internal daging akan merata, dan cairan akan kembali menyebar ke seluruh serat daging, menghasilkan tekstur yang lebih empuk dan juicy. Cukup tutupi dengan aluminium foil longgar untuk menjaga kehangatannya.

Dengan memahami ketiga penyebab daging sapi keras saat dimasak ini dan menerapkan teknik memasak yang benar, siapapun bisa mengucapkan selamat tinggal pada daging sapi yang alot dan selalu menyajikan hidangan yang empuk dan lezat. Selamat mencoba!

Baca Juga: Apakah Daging Sapi Cincang Perlu Dicuci? Ini Panduannya