Konten dari Pengguna

3 Pewarna yang Sering Digunakan untuk Melukis dan Keunggulannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pewarna untuk melukis. (Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pewarna untuk melukis. (Pexels)

Melukis merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Untuk menghasilkan karya lukisan yang memukau, tentunya harus bisa memilih bahan-bahan pewarna atau jenis cat berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan.

Ada beragam jenis pewarna untuk melukis yang bisa digunakan. Berikut rekomendasi jenis-jenis pewarna untuk melukis yang sering digunakan beserta keunggulannya, simak dalam artikel ini.

Jenis Pewarna Untuk Melukis dan Keunggulannya

Ilustrasi pewarna untuk melukis. (Pexels)

Dilansir dari alliedpainters.com, berikut beberapa jenis pewarna yang sering digunakan untuk melukis.

1. Cat Minyak

Seperti namanya, cat ini berbahan dasar minyak dan memiliki banyak warna yang bisa dipadupadankan. Biasanya, jenis cat ini lambat mengering.

Cat minyak cenderung efektif dan mudah untuk dibaurkan. Selain itu, ketika ingin memoleskannya, bisa dilakukan dengan lambat.

Berikut keunggulan dari cat minyak:

  • Untuk melukis, bisa langsung memoles warna lain tanpa mengganggu lapisan dasarnya.

  • Warna yang kaya dan ketika kering intensitasnya sangat baik.

  • Dapat digunakan tebal atau tipis, glasir halus.

2. Cat Akrilik

Cat akrilik adalah jenis cat berbahan dasar kimia, namun bisa larut dalam air. Setelah cat akrilik mengering, cat tersebut akan tahan terhadap air.

Cat akrilik banyak digunakan sebagai pewarna pilihan untuk melukis. Jenis cat ini cukup mudah dibersihkan jika tumpah dan mengenai sesuatu. Selain itu, cat ini juga cepat kering.

Adapun keunggulan dari jenis cat akrilik, yaitu:

  • Mengering sangat cepat.

  • Bisa dicampur dengan air atau medium gel.

  • Kuas hanya perlu dibersihkan dengan air.

  • Setelah kering, dapat dilukis lagi tanpa mengganggu lapisan dasarnya.

  • Dapat digunakan dengan tebal (impasto), seperti cat minyak, atau dengan sapuan tipis, seperti cat air.

  • Tahan air, sangat bagus untuk mural.

  • Berfungsi sebagai lem, sangat bagus untuk kolase.

3. Cat Air

Lateks, yang juga disebut sebagai cat berbahan dasar air, memiliki banyak manfaat yang sama dengan cat akrilik.

Namun, perlu diperhatikan bahwa cat air sering direkomendasikan untuk penggunaan eksterior karena merupakan jenis cat yang relatif tahan terhadap kerusakan akibat sinar UV.

Keunggulan penggunaan cat air, antara lain:

  • Cukup dicampur dengan air dan kuasnya pun bisa dibersihkan menggunakan air.

  • Cat dapat dipoleskan berkali-kali hanya dengan membasahinya menggunakan air.

  • Apabila cat yang dari tube telah mengering, cat tersebut dapat digunakan kembali jika ditambahkan air.

Untuk mengetahui penggunaan pilihan pewarna sudah tepat atau belum, bisa dilihat dari tingkat kesulitan saat memoleskan pewarna lukis. Selain itu, bisa juga dilihat dari hasil sapuan kuasnya. Jika hasilnya bagus dan rata, maka cat pewarna tersebut cocok.

Itulah beberapa jenis pewarna yang sering digunakan untuk melukis oleh para pencinta seni lukis ketika ingin membuat sebuah lukisan. (Ida)