Konten dari Pengguna

4 Cara Merawat Ikan Cupang Agar Tidak Mati dan Lebih Agresif

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Merawat Ikan Cupang Agar Tidak Mati. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/qaz farid
zoom-in-whitePerbesar
Cara Merawat Ikan Cupang Agar Tidak Mati. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/qaz farid

Ikan cupang adalah salah satu ikan hias yang banyak disukai karena warna yang beragam dan sirip menawan sehingga memberi tampilan indah.

Bagi para pemula, ada beberapa cara merawat ikan cupang agar tidak cepat mati.Perawatan yang tepat juga bisa membuat ikan cupang memiliki sifat yang agresif sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Untuk lebih jelasnya, simak dalam pembahasan berikut ini.

4 Cara Merawat Ikan Cupang Agar Tidak Mati dan Agresif

Cara Merawat Ikan Cupang Agar Tidak Mati. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Jaya surya Karthik

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Merawat Ikan Cupang karya Florinda, (2023) ikan cupang dikenal sebagai ikan yang kuat dan tahan hidup dalam kondisi air yang kurang ideal. Namun, bukan berarti ikan cupang tidak memerlukan perawatan yang baik dan benar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemilik bila ingin ikan cupangnya tetap sehat, tidak mudah mati, dan lebih agresif. Berikut penjelasannya.

1. Wadah yang Sesuai

Ikan cupang bisa dipelihara dalam wadah yang berukuran kecil, seperti toples atau botol bekas. Namun, jika ingin ikan cupang lebih sehat dan berkembang dengan baik, sediakanlah akuarium yang lebih luas dan bersih.

Ukuran akuarium yang ideal untuk satu ekor ikan cupang adalah sekitar 5-10 liter. Akuarium juga harus dilengkapi dengan penutup agar ikan cupang tidak melompat keluar dan mati kering.

2. Memperhatikan Kualitas Air dan Suhu

Ikan cupang adalah ikan yang dapat bernapas dengan udara atmosfer sehingga tidak memerlukan aerator atau pompa udara untuk menyuplai oksigen dalam air.

Meski begitu, bukan berarti kualitas air dalam akuraium bisa diabaikan. Pasalnya, air yang kotor dan berbau akan membuat ikan cupang stres dan rentan sakit.

Oleh karena itu, harus mengganti air dalam akuarium secara berkala, setidaknya setiap 3-4 hari sekali. Selain itu, juga harus memperhatikan pH dan suhu air dalam akuarium.

3. Memberi Makan Ikan Cupang Secara Rutin

Ikan cupang adalah ikan yang rakus dan suka makan. Namun, tidak boleh memberi makan ikan cupang terlalu banyak atau terlalu sering, karena akan membuat ikan cupang gemuk dan malas bergerak.

Jumlah pakan yang ideal untuk satu ekor ikan cupang adalah sekitar 2-3% dari berat badannya per hari. Pemilik bisa memberi makan ikan cupang dua kali sehari, pagi dan sore.

Jenis pakan yang baik untuk ikan cupang bisa berasal dari pakan alami atau pakan buatan.

4. Menstimulasi Keagresifan Ikan Cupang

Ikan cupang adalah ikan yang teritorial dan agresif, terutama jantan. Ikan cupang jantan akan menyerang ikan lain yang masuk ke wilayahnya, bahkan sesama jenisnya sendiri.

Keagresifan ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran ikan cupang, serta untuk mempersiapkannya untuk kontes atau lomba.

Salah satu cara untuk menstimulasi keagresifan ikan cupang adalah dengan melakukan sparing atau latihan adu dengan ikan lain.

Baca juga: Mengenal Ikan Cupang Giant dan Ciri Khasnya yang Menarik

Demikianlah beberapa cara merawat ikan cupang agar tidak mati dan lebih agresif. (WWN)