Konten dari Pengguna

4 Ciri-Ciri Burung Puter Sakit yang Wajib Diwaspadai

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Burung Puter Sakit. Pexels/betül akyürek
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Burung Puter Sakit. Pexels/betül akyürek

Ciri-ciri burung puter sakit bisa dikenali sejak awal jika pemilik hewan peliharaan memperhatikan perubahan baik secara fisik maupun kebiasaannya.

Mendeteksi burung yang sakit sejak dini sangat penting agar penanganan dan pengobatan dapat segera dilakukan. Burung puter yang sakit akan menunjukkan gejala-gejala tertentu.

Ciri-Ciri Burung Puter Sakit

Ilustrasi Ciri-Ciri Burung Puter Sakit. Pexels/revac film's&photography

Ciri-ciri burung puter sakit dapat dilihat dari perubahan secara fisik dan kebiasaan yang dilakukannya. Dengan mengenali gejala-gejala tersebut, risiko penyakit burung semakin buruk dapat dicegah. Mengutip situs vcahospitals.com, inilah ciri-ciri burung puter sakit.

1. Energi Menurun

Ciri-ciri burung puter sakit yang pertama adalah energi burung yang menurun. Burung yang sedang sakit biasanya terlihat lesu, tidak banyak bergerak, dan mungkin tidak bersuara.

Burung akan cenderung diam di satu tempat sepanjang hari dan kehilangan semangat untuk bermain maupun berkicau.

2. Perubahan Perilaku

Ciri-ciri selanjutnya merupakan perubahan perilaku pada burung. Saat burung sakit, burung dapat menjadi lebih agresif daripada sebelumnya.

Selain itu, jika burung yang biasanya aktif dan sering bergerak kemudian mendadak menjadi jinak juga dapat menjadi sinyal bahwa burung sedang tidak sehat.

3. Perubahan pada Pernapasan dan Tanda di Wajah

Ciri-ciri burung puter sakit berikutnya adalah perubahan pada cara burung bernapas. Pernapasan yang cepat maupun pendek dapat menunjukkan terjadinya masalah pernapasan.

Jika burung membuka mulut untuk bernapas dan mengeluarkan suara yang tidak biasa saat bernapas, pencinta burung harus menandai ini sebagai kondisi yang perlu diwaspadai.

Selain itu, hidung dan mata burung perlu diperiksa juga. Perhatikan apakah hidungnya tersumbat dan matanya membengkak tanpa alasan atau tidak. Hal ini dapat menunjukkan bahwa burung sedang sakit.

4. Kotoran Berubah Warna dan Tekstur

Perubahan pada feses juga menjadi gejala yang jelas saat burung sakit. Jika burung puter mengeluarkan kotoran yang encer dan berwarna hijau, mungkin terjadi infeksi bakteri di pencernaan yang menyebabkan kondisi ini.

Ciri-ciri burung puter sakit ini sangat penting dan perlu diperhatikan agar penanganan maupun pengobatan dapat dilakukan dengan cepat dan sigap.

Mengidentifikasi gejala-gejala burung sakit sejak dini dapat menyelamatkan nyawa burung peliharaan. Perubahan pada fisik maupun perilaku akan membantu pemilik mengidentifikasi lebih cepat. (Kemi)

Baca Juga: 4 Manfaat Menjemur Perkutut demi Kesehatannya