Konten dari Pengguna

4 Ciri Gula Merah Kadaluarsa yang Perlu Dipahami

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri gula merah kadaluarsa. Pixabay/xxx-zephyr-xxx.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri gula merah kadaluarsa. Pixabay/xxx-zephyr-xxx.

Tidak banyak yang menyadari bahwa gula merah juga memiliki masa simpan tertentu. Mengenali ciri gula merah kadaluarsa sangat penting agar penggunaannya tetap aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Penyimpanan gula merah yang kurang tepat bisa mempercepat proses kerusakan. Apalagi jika disimpan di tempat lembap atau terkena udara secara langsung.

Walaupun tampak tahan lama, bahan pangan tradisional ini bisa menurun kualitasnya seiring waktu. Lalu, apa tanda-tanda fisik yang menandakan gula merah sudah tidak layak konsumsi? Simak ulasan berikut!

Ciri Gula Merah Kadaluarsa

Ilustras ciri gula merah kadaluarsa. Pixabay/Melnitsa12.

Mengutip dari discover.texasrealfood.com, berikut adalah empat ciri gula merah kadaluarsa yang sebaiknya tidak digunakan lagi.

1. Warna Menghitam dan Tidak Merata

Gula merah yang masih baik biasanya berwarna cokelat kemerahan atau cokelat tua dengan tampilan yang merata. Jika warnanya mulai menghitam, bisa jadi gula merah mulai kadaluarsa.

Perubahan warna ini terjadi karena adanya oksidasi atau kontaminasi jamur. Warna hitam yang sudah berlebihan menunjukkan bahwa kualitas gula merah telah menurun.

2. Tekstur Terlalu Lunak atau Terlalu Keras

Gula merah umumnya memiliki tekstur padat tetapi masih bisa dipotong. Tekstur yang berubah menjadi keras seperti batu atau justru menjadi terlalu lembek dan mudah hancur menandakan bahwa gula sedikit bermasalah.

Hal itu bisa menandakan adanya kerusakan struktur akibat kelembapan atau suhu penyimpanan yang tidak stabil. Perubahan tekstur ini juga bisa membuat gula sulit digunakan dalam masakan.

3. Muncul Jamur atau Serbuk Putih

Munculnya jamur pada gula merah bisa menjadi penanda bahwa gula merah mulai kadaluarsa. Jamur ini biasanya berbentuk serbuk putih, hijau, atau hitam di permukaan gula.

Meskipun terlihat sedikit, jamur bisa menyebar secara mikro dan berbahaya bagi kesehatan. Apalagi konsumsi makanan berjamur berisiko menyebabkan gangguan pencernaan hingga infeksi.

4. Aroma Aneh atau Tengik

Gula merah yang baik memiliki aroma khas yang manis dan alami. Jika mulai tercium bau asam, tengik, atau menyengat, mungkin saja menandakan bahwa gula telah rusak akibat fermentasi atau kontaminasi mikroba.

Aroma yang tidak lazim ini biasanya disertai dengan rasa yang berubah saat dicicip. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap cita rasa masakan.

Mengetahui ciri gula merah kadaluarsa sangat penting untuk menjaga keamanan konsumsi dan kualitas masakan. Pastikan menyimpan gula merah di tempat kering dan tertutup rapat agar awet lebih lama.

Jika ditemukan ciri-ciri seperti perubahan warna, tekstur, muncul jamur, atau bau aneh, sebaiknya tidak digunakan lagi. Hal ini bisa jadi gula merah sudah mulai kadaluarsa dan tidak layak digunakan. (rudin)

Baca Juga: 3 Cara Membersihkan Kaki Kambing agar Higienis dan Aman Dikonsumsi