4 Contoh Jamur Anjing yang Perlu Diwaspadai

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti makhluk hidup yang lain, anjing juga rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk infeksi jamur. Contoh jamur anjing ini biasanya bisa menyebabkan rasa gatal, dan iritasi.
Infeksi jamur pada anjing dapat terjadi, terutama di lingkungan yang lembap. Dikutip dari Buku Seri Hewan Peliharaan Anjingku, Erinda Wibianti Agustin, (hal. 7), anjing merupakan hewan yang mudah bersosialisasi dengan manusia.
Inilah 4 Contoh Jamur Anjing
Jamur pada anjing meliputi infeksi yang bisa menyebabkan gatal, kerontokan bulu, kulit kemerahan, atau bau tidak sedap. Berikut ini adalah beberapa contoh jamur anjing yang perlu diwaspadai.
1. Ringworm (kurap)
Ringworm atau dermatofitosis termasuk infeksi jamur yang sering terjadi pada anjing. Meskipun namanya mengandung kata worm (cacing), namun infeksi ini tidak disebabkan oleh cacing, melainkan jamur dermatofita.
Jamur ini menyerang lapisan luar kulit, kuku, dan rambut anjing. Selain itu juga menyebabkan infeksi kulit lokal yang ditandai dengan kerontokan rambut dan kulit bersisik yang kemungkinan menimbulkan rasa gatal.
2. Aspergillosis
Aspergillosis disebabkan oleh spesies jamur dari genus Aspergillus. Jamur ini tersebar luas di lingkungan, terutama di tanah dan bahan organik yang membusuk.
Pada anjing, jamur ini terjadi sebagai infeksi lokal di hidung dan sinus. Gejalanya aspergillosis hidung, anjing menjadi lesu, hidung berdarah, nyeri hidung, dan juga bersin.
3. Blastomycosis
Blastomycosis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Blastomyces dermatitidis. Jamur ini dapat ditemukan di tanah yang lembab.
Gejala blastomycosis pada anjing dapat bervariasi tergantung pada organ yang terkena, tetapi beberapa gejalanya meliputi batuk, kesulitan bernapas, peradangan, kemerahan pada mata, hingga penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan.
4. Candidiasis
Terakhir candidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh spesies jamur dari genus candida. Infeksi candidiasis pada anjing merupakan penyakit yang dapat memengaruhi selaput lendir, kulit, dan saluran pencernaan.
Meskipun jarang terjadi pada anjing, tetapi infeksi ini dapat terjadi, terutama pada anjing dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Adapun gejala candidiasis pada anjing, di antaranya yaitu:
Gatal dan kemerahan pada kulit.
Keluarnya cairan dari telinga.
Masalah pencernaan seperti diare.
Ruam kulit.
Demikian contoh jamur anjing yang dapat mengganggu kenyamanan hewan ini. Mengenali jenis-jenis jamur yang berbahaya ini, diharapkan pemilik anjing dapat lebih cepat mengambil tindakan untuk kesehatan anjing. (NOV)
Baca juga: 6 Tanda Jamur Anjing Sembuh untuk Para Pemeliharanya
