4 Pantangan Burung Kacer yang Harus Diperhatikan agar Tidak Mengundang

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Burung kacer merupakan salah satu jenis burung kicauan yang bisa dilombakan. Guna menjaga kualitas suaranya, ada beberapa pantangan burung kacer yang tidak boleh dilakukan oleh pemilik.
Apa saja pantangan burung kacer tersebut? Simak pembahasannya melalui artikel di bawah ini.
Pantangan Burung Kacer
Dalam buku Burung Ocehan Juara Kontes karya Rusli Turut, dijelaskan bahwa burung kacer yang menjadi populer pertama kali adalah jenis kacer hitam yang memiliki nama latin Copsychus amoenus.
Kemudian disusul oleh jenis kacer perut putih dengan nama latin Copsychus saularis yang berasal dari Jawa Barat. Namun, masyarakat Sunda menyebutnya manuk haur.
Burung kacer memiliki gaya kicau eksotis dengan sayap yang terbuka dan badan yang digoyangkan saat kontes. Namun, burung kacer memiliki kekurangan karena sifatnya yang keras dan mudah birahi.
Burung kacer perlu dipastikan sudah terlatih secara fisik dan mental agar bisa tampil maksimal di kontes. Selain itu, burung kacer perlu perawatan dan pemberian pakan yang tepat.
Berikut adalah beberapa pantangan dalam merawat burung kacer yang tidak boleh dilakukan oleh pemilik.
1. Jangan Memberi Kroto
Burung kacer tidak diperbolehkan mengkonsumsi kroto karena dapat membuat burung menjadi galak. Apabila ingin memberi kroto, jangan dilakukan sebelum burung kacer mengikuti kontes.
2. Jangan Pertemukan dengan Burung Sejenis
Burung kacer termasuk jenis burung fighter sehingga mempertemukannya dengan burung kacer lain akan membuatnya menjadi lebih agresif.
Hal ini juga bisa mengakibatkan burung yang kurang kuat secara fisik dan mental menjadi enggan untuk berbunyi. Hingga akhirnya, burung tersebut kehilangan kicauan khasnya.
3. Tidak Konsisten dalam Perawatan
Kelemahan burung kacer adalah bila salah dalam perawatan dan pemberian pakan, bisa membuat burung menjadi galak. Hal ini terjadi karena burung kacer sensitif terhadap perubahan pola perawatan.
4. Menggantung Kandang Terlalu Tinggi
Burung kacer perlu terbiasa dengan pergerakan manusia di sekitarnya untuk melatih keberanian. Menggantung kandang di tempat tinggi justru akan membuat burung kacer enggan berbunyi.
Pada dasarnya, merawat burung kacer sama dengan burung kicau lainnya yang perlu dilakukan secara konsisten. Hal ini dimaksudkan agar burung kacer bisa tumbuh sehat dan makin gacor.
Demikian pembahasan mengenai beberapa pantangan burung kacer yang tidak boleh dilakukan oleh pemilik. (SP)
