Konten dari Pengguna

5 Cara agar Lilin Awet dan Tak Mudah Meleleh

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara agar Lilin Awet, Foto: Pixabay/kundennote_com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara agar Lilin Awet, Foto: Pixabay/kundennote_com

Ada banyak lilin yang dijual dipasaran yang masa menyalanya cukup singkat. Tenang saja, sebagai alternatif saat mati lampu, ada tata cara agar lilin awet yang efektif.

Dikutip dari jurnal Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Ekstrak Minyak Nilam (Pogostemon Cablin Benth.) dan Crude Gliserol dari Minyak Jelantah oleh Muhammad Taufiq T. et al, (2023), lilin adalah padatan parafin.

Pada bagian tengah padatan parafin ini diberi sumbu tali yang berfungsi sebagai alat penerang, dengan sedikit penambahan minyak nilam lilin bisa sekaligus menjadi media aromaterapi.

Cara agar Lilin Awet

Ilustrasi Cara agar Lilin Awet, Foto: Pixabay/geralt

Berkat cahaya lilin yang hangat, lilin menambah suasana ke ruangan mana pun. Mengutip dari situs marthastewart.com, inilah tata cara agar lilin awet dan tak mudah meleleh:

1. Pilih Lilin Berukuran Tepat untuk Ruangan

Banyak orang biasanya tidak mempertimbangkan ukuran lilin di ruangan tertentu, tetapi yang terpenting adalah lilin tersebut tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

Jika langit-langit berbentuk katedral, lilin seberat 4 ons tidak akan menyebarkan aromanya. Hal yang sama berlaku untuk ruangan kecil, kamar mandi tidak perlu dipenuhi lilin besar saat lilin teh sudah cukup.

2. Batasi Waktu Pembakaran

Saat pertama kali digunakan, selalu bakar lilin selama beberapa jam. Disarankan untuk membakar lilin setidaknya selama empat jam pada penggunaan pertama.

Hal ini memungkinkan lapisan atas lilin meleleh sepenuhnya, memastikan pembakaran yang merata saat penggunaan berikutnya.

Setelah itu, disarankan hanya membakar lilin selama tiga hingga empat jam saja. Hal inii memungkinkan lilin menyala dengan baik dan menghindari terbentuknya terowongan.

Terowongan yang dimaksud mengacu pada pencairan lilin yang tidak merata (ini membuat lilin tampak kurang menarik). Terowongan juga membuang-buang lilin dan bahkan dapat mengurangi kemampuan lilin untuk menyala.

3. Perawatan Sumbu

Lilin hanya sebagus sumbu lilin itu sendiri. Kain katun yang dijalin untuk menahan api ini harus berukuran sekitar 1/4 hingga 1/8 inci tingginya.

Ukuran lilin tersebut untuk menghasilkan pembakaran yang ideal, itulah sebabnya memotong sumbu itu penting.

Disarankan untuk memotong ujungnya sebelum menyalakan lilin untuk memastikan pembakaran yang lebih bersih.

4. Bersihkan Setelah Setiap Penggunaan

Setelah setiap penggunaan dan saat lilin telah mendingin hingga mencapai suhu yang nyaman untuk dipegang, pastikan untuk membersihkan lilin dari kotoran.

Lakukan dengan membersihkan jelaga atau serpihan hangus pada bagian tengah sumbu lilin menggunakan kapas basah yang dibasahi air sabun hangat.

Setelah membersihkan lilin, tutup lilin dengan penutup, jika memungkinkan, untuk mencegah debu menempel di permukaan.

5. Hindari Daerah Berangin

Tempat berangin dapat mengurangi masa pakai lilin. Aliran udara menyebabkan pembakaran yang tidak merata, jadi letakkan lilin jauh dari area rumah yang cenderung berangin.

Itulah dia cara agar lilin awet sebagai alternatif saat mati lampu. Jangan pernah meninggalkan lilin tanpa pengawasan agar tidak ada risiko kebakaran. (IF)

Baca juga: 8 Rekomendasi Lilin Aromaterapi dengan Aroma dan Cita Rasa Terbaik