5 Cara Memilih Perkutut Ombyokan yang Sehat dan Produktif

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara memilih perkutut ombyokan yang sehat memang memerlukan ketelitian dan pengalaman, apalagi jika seseorang mengincar burung yang sehat dan memiliki potensi untuk menjadi indukan atau juara kontes.
Perkutut ombyokan umumnya dijual dalam jumlah banyak dengan harga relatif terjangkau, tetapi tidak semuanya memiliki kualitas yang baik.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi fisik, perilaku, dan respons burung terhadap lingkungan sekitar sebelum memutuskan untuk membeli.
Cara Memilih Perkutut Ombyokan yang Sehat
Cara memilih perkutut ombyokan yang sehat dan profuktif juga berkaitan dengan tujuan pemeliharaan.
Jika seseorang ingin membudidayakan atau mengikutkan dalam perlombaan suara, maka faktor-faktor seperti bentuk tubuh, suara dasar, dan kesehatan menjadi sangat penting.
Dikutip dari laman bbppbatu.bppsdmp.pertanian.go.id, pemilihan bibit unggul pada unggas hias seperti perkutut harus memperhatikan kondisi fisik, aktivitas, serta riwayat pakan agar hasil ternak lebih optimal dan tidak mudah terserang penyakit.
Memelihara burung perkutut masih menjadi hobi yang digemari banyak orang. Salah satu cara mendapatkan perkutut adalah dengan membeli dari ombyokan, yaitu kumpulan burung yang dijual secara massal.
Namun, tidak semua perkutut ombyokan memiliki kualitas yang baik. Berikut lima cara memilih perkutut ombyokan yang sehat dan produktif:
1. Pilih yang Aktif dan Lincah
Perkutut yang sehat biasanya terlihat aktif, tidak lesu, dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Hindari burung yang hanya diam, memejamkan mata, atau terlihat mengantuk.
2. Perhatikan Postur Tubuh
Pilih perkutut dengan postur tubuh yang proporsional dan tegap. Sayap harus menutup rapat, bulu tidak kusut, dan kaki terlihat bersih. Postur yang baik menunjukkan burung dalam kondisi prima.
3. Cek Mata dan Paruh
Mata burung sehat terlihat jernih, cerah, dan tidak berair. Paruh juga harus bersih dan tidak bengkok. Ciri ini menandakan burung bebas dari infeksi atau cacat fisik.
4. Dengarkan Suaranya
Jika memungkinkan, dengarkan suara perkutut meski masih muda. Burung yang rajin bersuara sejak dini berpotensi memiliki suara merdu saat dewasa, terutama untuk kontes atau dijadikan indukan.
5. Amati Nafsu Makan
Perkutut yang sehat memiliki nafsu makan tinggi. Amati bagaimana ia bereaksi saat diberi pakan. Burung yang langsung menyambut makanan biasanya dalam kondisi sehat dan siap produktif.
Memilih perkutut ombyokan memang membutuhkan ketelitian. Dengan memperhatikan lima cara di atas, peluang mendapatkan perkutut yang sehat dan produktif akan semakin besar. (Arf)
Baca juga: Cara Memilih Burung Puter Lokal yang Bagus dan Berkualitas
