5 Cara Menanam Timun Suri agar Berbuah Lebat dan Sehat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menanam timun suri agar berbuah lebat dapat dimulai dari persiapan lahan. Persiapan lahan untuk menanam timun suri meliputi kegiatan membersihkan gulma, membuat bedengan, serta memberi pupuk pada dasar bedengan.
Tiga kegiatan tersebut harus dilakukan untuk bisa menghasilkan tanaman timun suri yang tumbuh subur serta sehat. Salah satu contohnya pembersihan gulma yang merupakan upaya mencegah terganggunya pertumbuhan tanaman oleh tanaman liar.
Ketahui cara menanam timun suri yang tepat agar berbuah lebat dalam ulasan berikut ini.
5 Cara Menanam Timun Suri agar Berbuah Lebat
Timun suri merupakan jenis tanaman semusim. Mengutip dari buku Agar Tanaman Cepat Berbuah, Rahardi (2007: 16), semangka, melon, blewah, timun suri, dan stroberi dinamakan tanaman semusim sebab hanya bisa bertahan hidup selama satu musim tanam.
Satu musim tanam tersebut biasanya sekitar lima bulan. Berdasarkan kondisi itu, timun suri perlu ditanaman secara kontinu setiap lima bulan sekali.
Waktu yang ideal untuk menanam timun suri, yaitu sekitar 2 – 3 bulan sebelum prediksi masa panen.
Berikut adalah lima cara menanam timun suri agar berbuah lebat yang dapat dijadikan sebagai referensi.
1. Persiapan Lahan
Tahap pertama adalah mempersiapkan lahan untuk menanam timun suri. Persiapan lahan meliputi kegiatan membersihkan gulma, membuat bedengan, serta memberi pupuk pada dasar bedengan.
Tujuan dari tiga kegiatan tersebut, yaitu:
Pembersihan gulma diperlukan karena gulma merupakan tanaman sejenis rumput yang mengganggu kehidupan tanaman utama. Oleh karena itu, gulma perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman timun suri.
Pembuatan bedengan diperlukan untuk memudahkan proses penanaman dan aliran air kebun timun suri.
Pemupukan bedekan diperlukan agar lahan memiliki nutrisi yang cukup untuk menjadi tempat tanaman timun suri tumbuh.
2. Pemilihan Bibit
Tahap kedua adalah pemilihan bibit timun suri yang berkualitas. Bibit timun suri sudah banyak tersedia di toko tanaman.
Ciri bibit timun suri yang baik adalah belum lewat masa kedaluwarsa, biji tenggelam saat direndam air, serta tidak bau busuk. Tiga ciri tersebut penting untuk diamati sebelum melakukan pesemaian.
3. Penanaman Timun Suri
Tanaman timun suri yang siap ditanam di lahan adalah benih yang telah berusia 10 hari setelah masa semai. Proses penanaman timun suri dilakukan dengan cara melubangi lahan sekitar 2 cm.
Setelah itu, bibit ditanam dengan jarak 70 – 80 cm. Tujuannya, agar setiap tanaman bisa memiliki media tumbuh yang cukup dan tidak terlalu berimpitan.
4. Pemeliharaan Tanaman
Tahap yang keempat adalah pemeliharaan tanaman timun suri. Tahap tersebut meliputi serangkaian kegiatan, seperti:
Membersihkan gulma;
Membersihkan daun atau bagian tanaman yang kering;
Mengecek kelembapan tanah; serta
Menyiram tanaman jika diperlukan.
5. Pemupukan Tambahan
Tahap kelima adalah memberi pupuk tambahan setiap tujuh hari sekali setelah tanaman ditanam. Pemupukan tersebut dapat dimulai pada hari ke-10 setelah penanaman, hari ke-17, hingga hari ke-31, dan hari ke-40.
Kesimpulannya, cara menanam timun suri agar berbuah lebat membutuhkan ketelatenan. Ketelatenan tersebut dibutuhkan agar tanaman timun suri bisa tumbuh sehat dan subur, mulai dari masa pesemaian hingga masa panen tiba. (AA)
