Konten dari Pengguna

5 Cara Menghentikan Tindakan Bullying Sesama Kucing

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghentikan tindakan bullying sesama kucing. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghentikan tindakan bullying sesama kucing. Sumber: pixabay

Sebagian pemilik kucing sering dihadapkan drama para kucing peliharaan yang sulit dimengerti, salah satunya saat terjadi tindakan bullying. Oleh karena itu, cara menghentikan tindakan bullying sesama kucing perlu diketahui.

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Kucing karya Muhammad Suwed, masalah yang sering muncul di antara para kucing adalah perilaku bullying sesama kucing.

Cara Menghentikan Tindakan Bullying Sesama Kucing

Ilustrasi cara menghentikan tindakan bullying sesama kucing. Sumber: pixabay

Berikut penjelasan cara menghentikan tindakan bullying sesama kucing.

1. Mencari tahu penyebabnya

Hierarki atau tingkatan sosial pada kumpulan kucing menjadi salah satu penyebab perilaku bully antara sesama kucing bisa terjadi.

Kucing yang lebih kuat akan melakukan intimidasi pada kucing yang dirasa lebih lemah di lingkungannya. Kucing yang merasa kuat tidak segan untuk memperlihatkan dominasi dan agresi yang intens pada kucing yang dinilai lebih rendah.

Penyebab selanjutnya adalah lingkungan yang masih asing bagi kucing. Perasaan takut terhadap lingkungan sekitar, tidak jarang membuat kucing berperilaku agresif. Dapat dibilang, penindasan pada kucing lain dilakukan untuk mengelabui rasa takutnya.

2. Memantau perilaku kucing

Amati interaksi antara kucing dan tandai apa yang membuat kucing menjadi agresif. Kemudian tentukan pola tertentu yang dapat memicu perilaku agresifnya lalu hindari pola tersebut agar kucing tidak mengamuk.

Pantau juga apakah ada perubahan suasana lingkungan, ada hewan asing yang masuk ke dalam rumah, atau hal lain yang dapat membuat kucing jadi agresif.

3. Ciptakan lingkungan tenang dan nyaman

Kebanyakan kucing berkarakter solitaire atau penyendiri, sehingga kucing merasa nyaman mempunyai ruang pribadi yang cukup. Ruang ini biasanya berisi tempat tidur, kotak makan, serta area kotak pasir yang terpisah sehingga kucing merasa aman serta terlindungi.

4. Atasi masalah medis

Sakit yang dirasakan dapat membuat kucing merasa kesal ketika ada kucing lain yang ingin mendekatinya. Tidak ada salahnya lakukan pemeriksaan menyeluruh ke dokter hewan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang mungkin dialaminya.

5. Berikan reward

Memberi tanggapan yang positif atas usaha kucing untuk tetap tenang dapat membuat kucing bersemangat untuk tidak lagi melakukan bullying sesamanya yang dirasa lebih lemah.

Cobalah untuk perlihatkan secara nyata dalam mendukung kucing kuat berperilaku yang menyenangkan, seperti memberikan reward dalam bentuk pujian, perhatian ekstra, atau camilan favorit untuk kucing.

Demikian penjelasan cara menghentikan tindakan bullying sesama kucing. (ARH)