Konten dari Pengguna

5 Ciri Telur Kenari Kosong yang Sering Tidak Disadari

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri telur kenari kosong/Unsplash/Jan Meeus
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri telur kenari kosong/Unsplash/Jan Meeus

Ciri telur kenari kosong sering kali tidak dikenali oleh peternak pemula karena tampak serupa dengan telur yang subur.

Akibatnya, telur kosong tetap dierami dalam waktu lama tanpa hasil yang diharapkan.

Mengenali tanda-tanda telur yang tidak dibuahi sejak dini akan membantu peternak menghemat waktu dan menjaga kondisi indukan tetap prima.

5 Ciri Telur Kenari Kosong

Ilustrasi ciri telur kenari kosong/Unsplash/Ruyan Ayten

Ciri telur kenari kosong dapat dibedakan melalui berbagai indikator visual maupun perilaku indukan saat pengeraman.

Dikutip dari laman fapet.unsoed.ac.id, evaluasi fertilitas telur sangat penting dalam manajemen reproduksi unggas karena berdampak langsung pada produktivitas dan efisiensi pemeliharaan.

Berikut ini adalah 5 ciri telur kenari kosong yang sering tidak disadari, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami.

1. Tidak Ada Urat Darah Saat Disenter

Ciri paling jelas dari telur kenari kosong adalah tidak adanya urat-urat darah saat disenter. Ketika dilakukan candling (penyenteran) pada hari ke-5 hingga ke-7 pengeraman, telur kosong akan tampak bening dan bersih, tanpa jaringan vena atau bayangan embrio di dalamnya.

2. Telur Terlihat Sangat Terang dan Tembus Cahaya

Telur kosong cenderung memiliki tampilan yang terang dan transparan saat disenter. Tidak ada bagian gelap di tengah telur yang menunjukkan perkembangan embrio. Warna terang yang menyeluruh ini menjadi tanda kuat bahwa telur tersebut tidak subur.

3. Bentuk atau Ukuran Telur Tidak Normal

Meskipun tidak selalu menjadi patokan utama, telur yang terlalu kecil, lonjong tidak wajar, atau memiliki bentuk yang tidak simetris, sering kali tidak berisi atau gagal dibuahi. Peternak kadang mengabaikan faktor ini, padahal bisa jadi tanda awal dari kualitas telur yang buruk.

4. Induk Kurang Rajin Mengerami

Induk kenari biasanya memiliki insting untuk mengenali telur yang tidak subur. Jika telur-telur dalam sarangnya kosong, maka induk tidak terlalu rajin mengerami atau bahkan meninggalkan sarang terlalu sering.

5. Tidak Menetas Melewati Hari ke-16

Telur kenari normalnya akan menetas di antara hari ke-13 hingga ke-15. Jika telur tidak menunjukkan tanda-tanda menetas setelah hari ke-16, kemungkinan besar telur tersebut kosong atau embrio tidak berkembang.

Meskipun kadang ada penetasan lambat, namun ini jarang terjadi pada telur yang tidak menunjukkan perkembangan apa pun sejak awal.

Mengenali ciri telur kenari kosong sangat penting untuk menghindari harapan palsu selama masa pengeraman.

Dengan memanfaatkan teknik penyenteran dan memperhatikan perilaku induk, peternak bisa segera mengetahui apakah telur tersebut layak dierami lebih lanjut atau tidak.

Jangan ragu untuk membuang telur yang jelas-jelas kosong agar energi indukan tidak terbuang percuma. (Ffh)

Baca juga: 4 Manfaat Cangkang Telur untuk Kenari yang Tidak Banyak Diketahui