Konten dari Pengguna

5 Jenis Cacing pada Kucing Anakan yang Penting Diketahui Pemilik

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi anak kucing (pexels)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi anak kucing (pexels)

Terdapat berbagai jenis cacing pada anakan kucing dapat membahayakan kesehataanya. Oleh karena itu, para pemilik kucing wajib mengetahyinya.

Dalam Majalah Cat and Dog Edisi 25, kucing merupakan salah satu hewan yang rentan terinfeksi parasit, baik kucing liar maupun kucing rumahan memiliki resiko yang sama terkena cacingan.

Berbagai Jenis Cacing pada Anakan Kucing

ilustrasi nakan kucing (pexels)

Cacing pada kucing anakan adalah masalah umum yang sering dihadapi oleh pemilik kucing. Infestasi cacing dapat memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan kucing secara keseluruhan.

Penting bagi pemilik kucing untuk mengetahui jenis-jenis cacing yang mungkin menginfeksi anak kucing mereka. Berikut adalah lima jenis cacing pada kucing anakan yang pemilik harus tahu:

1. Cacing Gelang (Toxocara Cati)

Cacing gelang adalah salah satu jenis cacing paling umum pada kucing anakan. Mereka bisa ditularkan dari induk kucing yang terinfeksi atau melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi telur cacing.

Cacing gelang dapat mengganggu sistem pencernaan dan dapat menyebabkan diare, muntah, dan penurunan berat badan pada anak kucing.

2. Cacing Pita (Dipylidium Caninum)

Cacing pita adalah jenis cacing yang sering ditemukan pada kucing yang terinfeksi kutu. Anak kucing dapat tertular cacing pita dengan memakan kutu yang terinfeksi atau hewan yang terinfeksi, seperti tikus atau burung.

Cacing pita dapat menyebabkan masalah gastrointestinal seperti diare dan kehilangan nafsu makan.

3. Cacing Tambang (Ancylostoma Tubaeforme)

Cacing tambang adalah jenis cacing kecil yang hidup di usus kucing. Mereka dapat menginfeksi anak kucing melalui kontak langsung dengan tanah yang terkontaminasi telur cacing atau melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

Cacing tambang dapat menyebabkan anemia, diare berdarah, kelemahan, dan penurunan berat badan pada anak kucing.

4. Cacing Paru (Aelurostrongylus Abstrusus)

Cacing paru adalah jenis cacing yang menginfeksi saluran pernapasan anak kucing. Mereka ditularkan melalui konsumsi inang perantara seperti siput atau melalui kontak dengan feses hewan yang terinfeksi.

Infeksi cacing paru dapat menyebabkan batuk, sesak napas, dan kelemahan pada anak kucing.

5. Cacing Jantung (Dirofilaria Immitis)

Cacing jantung adalah jenis cacing yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Anak kucing dapat tertular cacing jantung saat digigit oleh nyamuk yang membawa larva cacing. Infeksi cacing jantung dapat menyebabkan masalah jantung serius dan bahkan kematian pada anak kucing.

Berbagai jenis cacing pada anakan kucing di atas merupakan jenis cacing yang paling sering menyerang menginfeksi. Penting untuk diingat bahwa pencegahan adalah kunci untuk menghindari infestasi cacing pada anak kucing. (AZZ)