5 Penyakit Burung Puyuh yang Harus Diwaspadai

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit burung puyuh menjadi hal yang harus diwaspadai dan segera diatasi oleh para peternak.
Dikutip dari buku Kitab Lengkap Merawat Hewan Kesayangan oleh Nabari Tarigan dan Sylvia, burung puyuh termasuk dalam famili Galinaceum dengan ukuran kecil, gemuk, dan lincah. Jenis burung satu ini banyak dipelihara penghobi karena berbagai kelebihannya.
Sayangnya, burung puyuh dapat terpapar berbagai penyakit yang dapat menurunkan produktivitasnya. Apa saja penyakit tersebut?
Penyakit Burung Puyuh
Berikut ini berbagai penyakit burung puyuh yang harus diwaspadai:
1. Aspergillosis
Penyakit aspergillosis disebabkan oleh cendawan yang bernama Aspergillus fumigatus. Perkembangannya akan bertumbuh pesat apabila lingkungan sekitar burung puyuh kotor.
Burung puyuh yang terkena penyakit aspergillosis menunjukkan gejala berupa gangguan pernapasan, berlendir, serta tidak nafsu makan.
2. Snot
Penyakit burung puyuh berikutnya adalah snot. Penyakit satu ini tergolong cukup sulit diobati dengan proses penularan yang sangat cepat.
Gejala dari penyakit snot adalah nafsu makan menurun, lesu, mengeluarkan suara ngorok, terdapat ingus, serta mata membengkak.
3. Radang Usus
Bakteri Quail enteritis dapat menyebabkan infeksi usus burung puyuh akibat pakan tidak berkualitas serta lingkungan kotor. Burung puyuh yang terkena penyakit ini dapat menyebabkan unggas menjadi malas bergerak, tidak nafsu makan, dan lesu.
Penularan penyakit radang usus dapat bergerak sangat cepat karena dapat tumbuh di wadah makan dan minum yang sudah terkontaminasi feses. Inilah mengapa, peternak harus segera memisahkan burung puyuh yang terinfeksi.
4. Tetelo
Penyakit burung puyuh berikutnya adalah tetelo. Penyakit satu ini menjadi penyakit sangat umum yang menyerang berbagai unggas. Mulai dari bebek, ayam, sampai burung puyuh dengan penyebab berkembangnya virus yang sangat cepat.
Gejala awal dari penyakit tetelo adalah burung puyuh mengalami batuk, ngorok, bersin, susah bernapas, dan selalu mengantuk. Apabila penyakit ini sudah parah, burung puyuh dapat lumpuh sampai berak berdarah.
5. Berak Kapur
Sesuai dengan namanya, burung puyuh yang mengalami penyakit berak kapur akan mengeluarkan kotoran berwarna putih. Selain itu, burung puyuh juga tidak nafsu makan dan lemas.
Adapun penyebab utama dari berak kapur adalah bakteri Salmonella pullorum akibat lingkungan yang kotor.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai penyakit burung puyuh yang harus diwaspadai para peternak.(LAU)
