5 Penyakit Ikan Molly yang Harus Segera Diobati

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit ikan molly yang kerap dialami ketika dipelihara dalam akuarium adalah dropsy dan sakit mata. Selain itu, ada beberapa penyakit lain yang perlu diketahui agar bisa segera mengatasinya.
Menurut Farzan Ghazi dalam buku yang berjudul Manfaat Memelihara Ikan Hias, ikan molly sangat cocok untuk dijadikan peliharaan karena pemeliharaan yang sangat mudah.
Meski begitu, ikan molly cukup rentan terserang penyakit. Lantas apa saja penyakit ikan molly yang wajib diantisipasi? Simak jawabannya dalam artikel ini.
Penyakit Ikan Molly yang Harus Segera Diobati
Ketika mendapati ikan molly yang dipelihara mendadak tidak dapat berenang dengan normal atau dihinggapi bintik-bintik aneh, bisa jadi sedang terserang penyakit. Sebaiknya hal tersebut segera ditangani agar tidak semakin parah dan mengakibatkan kematian.
Berikut adalah penyakit yang kerap menjangkiti ikan molly dan harus segera diobati.
1. Velvet
Penyakit ini ditandai adanya bintik-bintik keemasan yang muncul pada tubuh ikan Molly, seperti endapan bubuk keemasan. Sekilas mungkin memang terlihat cantik, namun faktanya ini adalah penyakit yang mengganggu kehidupan ikan.
2. Sakit Mata
Penyakit yang kelihatan sepele namun sulit diobati pada ikan Molly adalah sakit mata. Biasanya disebabkan oleh infeksi dengan anda matanya berair, terlihat memerah dan gejala yang paling parah adalah kabur. Jika dibiarkan, penyakit ini biasanya akan membuat matanya lepas dari kelopaknya.
3. Ich
Salah satu penyakit yang paling umum pada ikan air tawar ini cukup merepotkan karena dapat mengganggu kesehatan dan performa ikan. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih pada kulit ikan.
Ich sendiri penyebabnya adalah parasit protozoa eksternal yang mengakibatkan bintik putih pada kulit dan insang ikan air tawar. Bintik-bintik seperti ini terkadang seperti gula putih atau garam yang menyebar pada bagian tubuh ikan, sirip maupun insangnya.
Biasanya jika terserang penyakit ini ikan akan menggosokkan badannya pada ornamen dalam kolam, tidak mau makan dan bersembunyi. Memahami siklus hidup parasit adalah kunci keberhasilan pengobatan ikan yang terserang ich.
4. Kolam Pepatah
Penyakit selanjutnya yang patut diwaspadai adalah penyakit kolam pepatah yang cukup merepotkan. Penyakit ini ditandai dengan kantong renang membesar dan kulit pada tubuh ikan terlihat rusak, tidak lagi cantik seperti semula.
5. Dropsy
Penyakit berikutnya adalah perut yang membengkak yang biasa disebut sebagai dropsy. Selain itu juga terdapat tampilan "Pinecone" pada area perut dengan sisik melebar. Tulang belakang ikan terlihat melengkung dengan nafsu makan yang rendah atau malah hilang.
Biasanya juga mata ikan akan terlihat melotot, tidak bersemangat dan lesu setiap melakukan aktifitas. Lebih sering berada pada bagian atas akuarium dibandingkan di tengah atau bawahnya, serta kehilangan warna.
Itulah beberapa penyakit ikan molly yang harus diketahui pemiliknya sedari dini agar dapat segera mengobatinya. (FRM)
