Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
5 Penyebab Perkutut Mati Mendadak dan Cara Mengatasinya
2 April 2025 20:09 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kematian mendadak pada burung perkutut sering membuat pemiliknya kebingungan dan bertanya-tanya apa penyebab utamanya. Tentu, memahami penyebab perkutut mati mendadak sangat penting agar kejadian serupa bisa dicegah di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
Burung perkutut dikenal sebagai jenis hewan peliharaan yang tenang, tetapi sensitif terhadap perubahan lingkungan, makanan, dan penanganan.
Oleh karena itu, penting bagi pemiliknya untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan dan segera mengambil tindakan.
Penyebab Perkutut Mati Mendadak
Penyebab perkutut mati mendadak terkadang terlihat sepele, tetapi perlu diwaspadai. Berbagai hal seperti kebersihan kandang, kualitas pakan, dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap kesehatan burung.
Mengutip dari buku Cara Benar dan Hemat: Kitab Lengkap Merawat Hewan Kesayangan, Nabari Tarigan & Sylvia Maharani Ananta Tarigan (2024), hewan pelirahaan akan selalu sehat jika dirawat dan dipelihara dengan baik.
Lalu, apa saja penyebab burung perkutut bisa mati mendadak? Berikut ini ulasan lengkapnya.
1. Perubahan Suhu Ekstrem
Perkutut sangat sensitif terhadap perubahan suhu, terutama dingin yang berlebihan. Jika burung terpapar angin malam, hujan, atau ditempatkan di area yang terlalu terbuka tanpa pelindung, maka risiko kematian mendadak bisa meningkat.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, pastikan kandang perkutut memiliki perlindungan dari angin dan hujan. Gunakan penutup atau kain saat malam hari dan hindari menempatkan kandang di tempat terbuka tanpa pelindung.
2. Stres karena Lingkungan
Suara keras, keberadaan hewan predator seperti kucing, atau sering dipindahkan tempat bisa memicu stres berat pada perkutut. Stres yang tidak ditangani bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan kematian.
Untuk mengatasinya, tempatkan kandang di lokasi yang tenang dan aman. Hindari interaksi berlebihan, terutama dengan hewan lain yang dapat mengganggu kenyamanan burung.
3. Makanan yang Tidak Sesuai
Perkutut dapat mati mendadak jika pakan yang diberikan tidak sesuai atau tercemar jamur dan bahan kimia. Beberapa pemilik burung tidak menyadari bahwa biji-bijian yang disimpan terlalu lama bisa mengandung racun alami.
ADVERTISEMENT
Sebaiknya, pemilik burung perkutut menggunakan pakan berkualitas dan pastikan dalam kondisi segar. Simpan makanan di tempat kering dan tertutup rapat agar tidak lembap atau berjamur.
4. Infeksi Penyakit
Beberapa penyakit seperti kolera, flu burung, atau infeksi saluran pernapasan bisa menyerang perkutut tanpa menunjukkan gejala jelas. Jika tidak segera diobati, burung bisa mati hanya dalam hitungan hari.
Dengan demikian, menjaga kebersihan kandang secara rutin dan melakukan karantina jika membeli burung baru adalah hal yang perlu dilakukan. Jika terlihat tanda-tanda sakit seperti bulu mengembang, lemas, atau tidak mau makan, segera konsultasikan ke dokter hewan.
5. Keracunan dari Asap atau Bahan Kimia
Paparan asap rokok, pengharum ruangan, atau pestisida di sekitar kandang dapat mengganggu sistem pernapasan perkutut dan berujung pada kematian mendadak.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, jauhkan kandang dari dapur, area penyemprotan pestisida, atau penggunaan bahan kimia lainnya. Sirkulasi udara juga harus diperhatikan agar tetap bersih dan segar.
Dengan mengetahui berbagai penyebab perkutut mati mendadak dan cara mengatasinya, diharapkan pemilik burung dapat lebih waspada dan memberikan perawatan yang optimal. Semoga membantu! (rudin)
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%