5 Risiko Memelihara Burung Hantu di Rumah yang Tak Boleh Disepelekan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Risiko memelihara burung hantu di rumah perlu diketahui, terlebih bagi pemula. Hal ini karena burung tersebut memerlukan perawatan khusus agar bisa hidup dengan baik sebagai hewan peliharaan.
Inilah beberapa risiko memelihara burung hantu di rumah yang patut menjadi perhatian.
Risiko Memelihara Burung Hantu di Rumah yang Perlu Diketahui
Burung hantu tergolong anggota ordo Strigiformes dan juga kelompok burung buas. Burung ini pun merupakan hewan nokturnal dengan 222 spesies yang telah diketahui dan menyebar di seluruh dunia.
Dilansir situs p2k.stekom.ac.id, burung hantu menjadi simbol kebijaksanaan di dunia barat. Namun, di beberapa wilayah Indonesia, burung ini justru dianggap pertanda maut.
Saat ini banyak orang mulai memelihara burung hantu di rumah. Mereka memang tampak menggemaskan dan cukup unik. Sebelum memutuskan untuk menjadikannya binatang kesayangan, simak terlebih dahulu beberapa risiko memelihara burung hantu di rumah berikut ini:
1. Bisa Melukai Pemilik
Burung hantu mempunyai paruh serta cakar yang tajam sehingga sangat mungkin untuk melukai pemilik. Terlebih apabila burung melangkah di kepalan tangan.
Perlu diketahui pula bahwa kebanyakan burung hantu yang sebelumnya dirawat dalam penangkaran, tidak suka dipeluk apalagi dibelai. Oleh sebab itu, pemilik harus berhati-hati, terlebih ketika baru pertama memelihara burung tersebut.
2. Biaya Perawatan Cukup Tinggi
Memelihara burung hantu artinya siap mengeluarkan biaya besar untuk perawatannya. Hewan tersebut memerlukan pembersihan, pakan, dan perhatian setiap hari. Burung hantu juga perlu diterbangkan secara teratur, sehingga pemilik harus menyediakan lokasi atau kandang cukup luas.
3. Memerlukan Perawatan Khusus
Sebelum memelihara burung hantu, pastikan membekali diri dengan pengetahuan mengenai burung tersebut serta perawatannya. Burung hantu merontokkan ribuan bulu tiap tahun dan bertelur di mana saja.
Burung ini pun mengeluarkan banyak kotoran yang berbau tidak enak setiap harinya. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembersihan secara rutin. Pemilik juga harus rutin memeriksakan kesehatan burung ke dokter hewan yang nyaman menangani burung hantu.
4. Membutuhkan Komitmen Jangka Panjang
Umur burung hantu bisa mencapai 30 tahunan di penangkaran. Merawatnya berarti memerlukan komitmen jangka panjang untuk memerhatikan kebersihan, kesehatan, hingga pakannya.
5. Selalu Merusak dan Ribut
Karena termasuk burung buas, sifat merusak melekat pada burung ini. Mereka memiliki naluri membunuh alami yang kerap diterapkan pada barang-barang di rumah. Sebut saja, sprei, bantal, pakaian, boneka, sampai lapisan kayu. Suara burung hantu juga keras dan terbilang berisik pada malam hari, terlebih saat musim kawin.
Demikian risiko memelihara burung hantu di rumah yang penting diketahui. Kendati bisa dijinakkan, burung hantu tetap memiliki naluri alami untuk menyerang. Jadi, harus tetap berhati-hati ketika sudah memutuskan menjadikannya peliharaan. (DN)
