5 Tips Mengadopsi Kucing Liar yang Patut Diperhatikan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips mengadopsi kucing liar harus diperhatikan sehingga tidak membahayakan kucing peliharaan yang ada di rumah. Hal ini disebabkan bisa jadi kucing liar membawa bibit penyakit atau virus bersamanya apabila pengadopsi tidak jeli dan asal membawanya pulang.
Simak tips mengadopsi kucing liar yang tepat seperti berikut.
Tips Mengadopsi Kucing Liar
Kucing identik sebagai hewan yang suka mengeong dan menggemaskan. Memelihara anabul juga menjadi salah satu aktivitas menyenangkan.
Bukan hanya memicu perasaan bahagia serta menurunkan tingkat stres, menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan pun mampu mengurangi risiko serangan jantung, meningkatkan kepadatan tulang, sekaligus membantu penyembuhan. Demikian ulasan dalam situs djkn.kemenkeu.go.id.
Selain mengadopsi atau membeli di pet shop, tak jarang saat menemukan kucing liar, lantas timbul keinginan memeliharanya. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa tidak diketahui asal-usul dan riwayat anabul tersebut, termasuk pula kondisi kesehatannya.
Jangan sampai asal mengambil kucing liar, tetapi nantinya malah membahayakan peliharaan yang ada di rumah karena ternyata menularkan virus maupun penyakit.
Jadi, apa saja tips mengadopsi kucing liar yang penting disimak? Berikut beberapa di antaranya.
1. Memperhatikan Kondisi Kucing
Perhatikan keadaan kucing yang hendak diadopsi. Apakah tampak sehat atau justru sebaliknya, lesu, kusut, dan lemah. Selanjutnya, barulah putuskan apakah ingin tetap membawanya ke rumah.
2. Melakukan Pemeriksaan
Ketika memutuskan untuk menjadikan kucing liar sebagai hewan peliharaan, bawalah ke dokter hewan agar diperiksa terlebih dahulu. Pastikan seperti apa kondisi kucing, apakah benar-benar sehat atau justru mengidap penyakit.
Obati kucing yang sakit terlebih dahulu sebelum membawanya ke rumah sehingga tidak membahayakan atau menulari hewan peliharaan lainnya.
3. Mulai Membangun Bonding dan Kepercayaan
Cara membangun bonding dengan kucing liar sebenarnya cukup mudah. Bisa dimulai dari mendekati kucing, memberinya makanan atau camilan secara rutin, mengajak bermain, sekadar menemaninya, hingga mengelus kepala dan tubuhnya.
4. Menyiapkan Keperluan Kucing
Kebutuhkan kucing liar perlu disiapkan agar anabul semakin nyaman dan betah. Beberapa keperluan yang harus ada saat memelihara kucing liar, antara lain wadah makan dan minum, litter box, gunting kuku, tempat tidur, sisir, perlengkapan mandi, dan sebagainya.
5. Sediakan Ruangan Khusus
Pisahkan kucing liar dengan kucing peliharaan di rumah untuk sementara agar tidak berkelahi. Hal ini juga penting dilakukan apabila ada kucing sakit. Tujuannya supaya tidak terjadi kontak yang mempercepat penularan.
Demikian tips mengadopsi kucing liar yang perlu dilakukan. Hewan ini harus diperiksa terlebih dahulu, barulah dapat dipelihara jika kondisinya benar-benar sehat. (DN)
