6 Cara Menggunakan Arang untuk Tanaman yang Tepat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arang merupakan bahan alami yang telah lama digunakan dalam pertanian dan berkebun karena berbagai manfaatnya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menggunakan arang untuk tanaman yang tepat guna menignkatkan kualitas tanah dan kesehatan tanaman. Simak pembahasannya di sini.
Manfaat Arang bagi Tanaman
Mengutip situs distani.tulangbawangkab.go.id, arang memiliki sejumlah manfaat bagi tanaman.
Pertama, arang meningkatkan drainase dan aerasi tanah, membantu mencegah akar tanaman dari pembusukan karena terlalu banyak air.
Kedua, arang mampu menyimpan air dan nutrisi, membuatnya tersedia lebih lama bagi tanaman.
Selain itu, arang juga membantu meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat, serta mengurangi risiko hama dan penyakit berkat sifat antiseptiknya.
Cara Menggunakan Arang untuk Tanaman
Berikut ini adalah beberapa cara menggunakan arang untuk tanaman yagn bisa diterapkan.
1. Sesuaikan Jenis Arang dengan Media Tanam
Langkah pertama dalam menggunakan arang adalah memastikan jenis arang yang digunakan sesuai dengan media tanam.
Arang kayu adalah yang paling umum dan baik untuk kebanyakan jenis tanaman.
Namun, untuk tanaman tertentu, seperti anggrek, arang kelapa bisa lebih bermanfaat karena sifatnya yang lebih ringan dan mampu menyimpan air lebih baik.
2. Sesuaikan Jenis Arang dengan Jenis Tanaman
Berbagai jenis tanaman memerlukan perawatan yang berbeda.
Misalnya, tanaman hias seperti anggrek memerlukan arang yang lebih ringan dan lebih berpori, sementara tanaman sayuran dapat menggunakan arang kayu yang lebih umum.
Menyesuaikan jenis arang dengan kebutuhan spesifik tanaman akan membantu tanaman tumbuh lebih baik dan sehat.
3. Arang untuk Drainase Pot
Untuk tanaman pot, arang dapat digunakan sebagai lapisan dasar untuk meningkatkan drainase.
Lapisan arang sekitar 2-3 cm di dasar pot membantu mencegah akar tanaman terendam air, sehingga mengurangi risiko pembusukan akar.
Pastikan arang yang digunakan telah dihancurkan menjadi potongan kecil agar dapat berfungsi dengan baik.
4. Arang untuk Pengendalian Hama dan Penyakit
Arang dapat digunakan sebagai pengendalian hama dan penyakit alami. Taburkan arang halus di sekitar tanaman yang rentan terhadap serangan hama atau penyakit.
Sifat antiseptik arang membantu mengurangi risiko infeksi dan dapat mengusir beberapa jenis hama.
5. Arang untuk Perbaikan Kualitas Media Tanam
Meningkatkan kualitas media tanam dapat dilakukan dengan menambahkan arang.
Sebarkan arang yang sudah dihancurkan di atas tanah kebun atau ladang, kemudian campurkan dengan lapisan atas tanah.
Ini akan memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas retensi air serta nutrisi.
6. Arang sebagai Pupuk Organik
Arang juga dapat berfungsi sebagai pupuk organik. Hancurkan arang menjadi serpihan kecil dan taburkan di sekitar tanaman.
Campurkan arang dengan tanah menggunakan cangkul atau garu. Lakukan ini setiap beberapa bulan untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.
Itulah berbagai cara menggunakan untuk tanaman yang tepat agar dapat meningkatkan kualitas tanah. (AZS)
