6 Gejala Stres yang Dialami Ikan Ketika Kondisi Kualitas Air Menurun

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ikan bisa menjadi stres saat ia berada di dalam air dengan kualitas yang buruk. Gejala stres yang dialami ikan mengakibatkan gejala yang sangat beraneka ragam.
Ikan yang stres cenderung lebih cepat mati kalau tidak segera ditangani. Namun, tidak perlu khawatir karena ada cara menangani ikan yang stres.
Berikut akan dibahas gejala stres yang dialami ikan ketika kondisi kualitas air menurun dan juga cara menanganinya.
Gejala Stres Ikan ketika Kondisi Kualitas Air Menurun
Dikutip dari buku Parasit pada Ikan karya Wisnu Nurcahyo, air merupakan media penting bagi kehidupan ikan sekaligus menentukan keberhasilan budidaya perairan.
Kualitas air adalah sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain dalam air yang dinyatakan dalam berbagai parameter.
Adapun beberapa parameter kualitas air yang memengaruhi ikan, yaitu suhu, pH, oksigen terlarut, kesadahan, kadar nitrogen, dan amonia.
Bila kondisi air tidak memenuhi syarat, maka justru bisa menjadi sumber penyakit yang paling berbahaya dan dapat membuat ikan menjadi stres. Ikan akan menunjukkan gejala stres ketika kondisi kualitas air menurun, seperti:
1. Nafsu Makan Berkurang
Gejala pertama dari ikan yang stres adalah berkurangnya nafsu makan. Ikan yang tidak mau makan tentu saja menjadi lebih rentan dan lebih mudsh mati.
2. Perubahan Warna Tubuh
Ikan yang stres bisa mengalami pemudaran warna sisik yang membuatnya jadi tidak lagi menarik.
3. Enggan Bergerak
Gejala selanjutnya adalah ikan yang mendadak tidak aktif atau lebih banyak berdiam diri.
4. Sirip dan Ekor Menguncup
Pada beberapa jenis ikan hias, seperti ikan louhan, ikan arwana, ikan cupang, ikan koki, dan ikan komet, sirip dan ekor menguncup bisa menjadi tanda stres.
5. Berada di Satu Sisi Akuarium
Ikan yang stres lebih suka berada di satu sisi akuarium saja. Ia bisa saja berdiam diri di bagian dasar atau justru lebih sering mengambang di atas.
6. Bergerak Acak
Ikan yang stres bergerak tak beraturan. Biasanya disertai menabrakkan diri ke ornamen, menggosokkan tubuhnya di permukaan kasar, juga menempel di tepian.
Gejala stres ikan ini bisa segera ditangani dengan membersihkan akuarium atau kolam dan mengoptimalkan kualitas air sesuai dengan standar kelayakan.
Demikian adalah pembahasan tentang gejala stres yang dialami ikan ketika kondisi kualitas air menurun dan juga cara menanganinya. (SP)
