Konten dari Pengguna

7 Penyebab Anak Kucing Hiperaktif yang Perlu Diketahui

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab anak kucing hiperaktif. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab anak kucing hiperaktif. Foto: Pixabay

Anak kucing yang hiperaktif merupakan hal yang wajar karena penyebab anak kucing hiperaktif biasanya adalah rasa ingin tahu yang tinggi.

Namun, ternyata ada beberapa penyebab anak kucing hiperaktif lainnya yang mungkin perlu diwaspadai. Ingin tahu lebih lanjut? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Anak Kucing Hiperaktif

Ilustrasi penyebab anak kucing hiperaktif. Foto: Pixabay

Dalam buku Kitab Para Ku-cheng karya Rem Dambul, dkk., anak kucing memang memiliki ciri hiperaktif dan suka bermain, dibandingkan dengan kucing dewasa yang lebih tenang.

Namun, kucing yang hiperaktif dan agresif juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri kucing sakit berdasarkan buku 242 Tips Merawat Kucing Kesayangan.

Untuk mengetahui berbagai penyebab anak kucing hiperaktif, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Insting Pemangsa

Kucing adalah hewan karnivora. Karena itu, kucing yang baru lahir memiliki insting pemangsa yang membuatnya banyak bergerak guna mengasah kemampuan berburu.

2. Zoomies

Merupakan perilaku unik kucing yang biasanya terjadi setelah buang air atau pada malam hari, hingga menyebabkannya berputar mengelilingi rumah sambil mengeong keras.

3. Energi Berlebih

Anak kucing masih memiliki banyak energi sehingga sangat aktif berlari dan bermain untuk menghabiskan energi muda mereka.

4. Sentuhan Berlebih

Biasanya, terjadi saat pemilik mengelus area dekat pangkal ekornya yang membuatnya tidak nyaman. Hingga akhirnya, kucing akan mulai berlari guna menghindari pelakunya.

5. Ingin Bermain

Terkadang, tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan karena anak kucing memang cenderung senang bermain. Tingkah laku hiperaktif itu biasanya justru menjadi hiburan bagi pemilik.

6. Bosan

Anak kucing juga bisa merasa bosan yang dapat mengakibatkan stres kalau diteruskan. Rasa bosan mungkin justru akan membuatnya bingung dan berlari ke sana kemari.

7. Ketakutan

Anak kucing yang hiperaktif bisa saja terjadi karena melihat berbagai hal untuk pertama kalinya. Misalnya, melihat hewan peliharaan atau manusia lain selain pemilik.

Hal tersebut bisa membuatnya menjadi hiperaktif karena perasaan takut dan cemas pada objek baru tersebut. Maka, pemilik perlu mengajarkannya untuk perlahan mengenal hal baru.

Berbagai penyebab anak kucing hiperaktif di atas ternyata tidak membahayakan dan justru merupakan hal yang wajar terjadi pada anak kucing.

Demikian adalah beberapa penyebab anak kucing hiperaktif yang perlu diketahui oleh pemilik. (SP)