Konten dari Pengguna

7 Tips Berkebun di Musim Kemarau agar Tanaman tetap Segar

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi berkebun di musim kemarau (Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi berkebun di musim kemarau (Pexels)

Berkebun di musim kemarau bisa menjadi tantangan, terutama dengan suhu yang tinggi dan kekurangan air yang berkelanjutan.

Namun, dengan pemahaman yang tepat tentang bagaimana menghadapi tantangan ini, pemilik dapat menjaga kebun tetap hijau dan sehat sepanjang musim kemarau.

Simak berbagai tips berkebun di musim kemarau agar tanaman bisa tetap segar berikut ini.

Mengenal Periode Musim Kemarau

ilustrasi berkebun di musim kemarau (Pexels)

Mengutip situs staklim-jatim.bmkg.go.id, musim kemarau merupakan masa di mana terjadi kekeringan akibat menurunnya curah hujan dalam suatu wilayah dalam periode tertentu dalam setahun.

Di daerah beriklim tropis, musim kemarau biasanya terjadi mulai dari bulan April hingga September.

Biasanya, musim ini terjadi setelah periode musim hujan dan dapat berlangsung selama beberapa bulan, tergantung pada wilayah geografis dan iklim setempat.

Beberapa Tips Berkebun di Musim Kemarau

Berikut adalah beberapa tips berkebun di musim kemarau yang bisa diterapkan agar tanaman tetap segar.

1. Pilih Tanaman yang Tahan Kekeringan

Pilihlah tanaman yang tahan kekeringan dan memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap panas dan kurangnya air.

Tanaman seperti kaktus, sukulen, agave, dan tanaman rempah-rempah seperti rosemary dan lavender adalah pilihan yang bagus.

2. Gunakan Teknik Irigasi yang Efisien

Manfaatkan teknik irigasi yang efisien, seperti sistem irigasi tetes atau irigasi bawah tanah.

Metode ini tidak hanya mengurangi pemborosan air, tetapi juga mengirimkan air langsung ke akar tanaman, meningkatkan efisiensi penggunaan air.

3. Tentukan Jadwal Penyiraman yang Tepat

Penyiraman tanaman pada waktu yang tepat sangat penting untuk mengurangi penguapan air.

Lakukan penyiraman pada pagi atau sore hari untuk meminimalkan kehilangan air akibat penguapan saat suhu udara masih rendah.

4. Tutup Tanah dengan Mulsa

Tutupi permukaan tanah di sekitar tanaman dengan lapisan mulsa organik seperti jerami, serbuk gergaji, atau daun kering.

Mulsa membantu menjaga kelembaban tanah dengan mengurangi penguapan air, mencegah pertumbuhan gulma, dan meningkatkan kualitas tanah secara keseluruhan.

5. Pilih Lokasi yang Tepat

Pilihlah area yang mendapatkan sedikit sinar matahari langsung atau sedikit naungan, terutama di siang hari.

Hal ini akan membantu mengurangi stres tanaman akibat paparan langsung terhadap sinar matahari yang berlebihan.

6. Gunakan Wadah yang Cocok

Jika memilih berkebun dalam wadah, pastikan wadah tersebut memiliki sistem drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang berlebihan.

Gunakan pot dengan lubang drainase di bagian bawah dan tambahkan lapisan kerikil atau potongan pecahan pot untuk meningkatkan aliran air keluar dari wadah.

7. Lakukan Pemangkasan yang Tepat

Lakukan pemangkasan teratur pada tanaman, terutama pada bagian yang mati atau tidak sehat.

Pemangkasan dapat membantu mengurangi kebutuhan air tanaman dengan merangsang pertumbuhan baru yang lebih efisien dan sehat.

Itulah berbagai tip berkebun di musim kemarau untuk menjaga kebun tetap hijau dan subur. (AZS)