Konten dari Pengguna

8 Ciri-Ciri FLUTD pada Kucing dan Pertolongannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri FLUTD pada Kucing. Sumber Foto: Unsplash.com/Sabri Tuzcu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri FLUTD pada Kucing. Sumber Foto: Unsplash.com/Sabri Tuzcu

Para pemilik kucing mungkin sudah tidak asing lagi dengan FLUTD atau Feline Lower Urinary Tract Disease, yang merupakan gangguan saluran kemih pada kucing.

Ada beberapa ciri-ciri FLUTD pada kucing yang perlu diketahui para pemiliknya. Salah satunya ditandai dengan kucing yang sering mengejan ketika buang air.

Untuk mengetahui ciri-ciri FLUTD pada kucing lain beserta cara mengatasinya, simak dalam ulasan berikut ini.

8 Ciri-Ciri FLUTD pada Kucing

Ilustrasi Ciri-ciri FLUTD pada Kucing. Sumber Foto: Unsplash.com/Erik-Jan Leusink

Dikutip dari buku Majalah Vetnesia karya M. Arief Ervana dkk., (2019) FLUTD adalah adalah istilah umum yang menggambarkan berbagai gangguan yang bisa mempengaruhi kandung kemih dan uretra kucing.

FLUTD bisa menyebabkan kucing mengalami kesulitan, nyeri, atau bahkan tidak bisa buang air kecil. Jika tidak segera ditangani, FLUTD bisa berakibat fatal bagi kucing.

Berikut adalah ciri-ciri FLUTD pada kucing yang perlu diketahui untuk meminimalisir risiko kematian.

  1. Kesulitan dan rasa sakit saat buang air kecil (kucing akan sering mengejan).

  2. Peningkatan frekuensi buang air kecil.

  3. Darah dalam urine.

  4. Sering buang air kecil sembarangan di luar kotak pasir.

  5. Buang air kecil dalam jumlah sedikit.

  6. Kucing meronta ketika buang air kecil.

  7. Perubahan perilaku (murung, suka menyendiri, kucing tidak mau makan).

  8. Menjilat area genital secara berlebihan (karena rasa sakit dan iritasi pada kandung kemih dan uretra).

Penyebab FLUTD pada Kucing

FLUTD pada kucing bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

1. Urolitiasis (batu saluran kemih)

Pembentukan kristal atau batu mineral di kandung kemih atau uretra yang bisa menyumbat aliran urine.

2. Infeksi saluran kemih

Peradangan yang disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, atau virus yang masuk ke saluran kemih kucing.

3. Obstruksi uretra (penyumbatan uretra)

Kondisi yang menghalangi aliran urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Ini bisa disebabkan oleh urolit, lendir, darah, atau jaringan abnormal.

Obstruksi uretra adalah kondisi darurat yang bisa menyebabkan gagal ginjal atau kerusakan organ lain jika tidak segera ditangani.

4. Idiopatik (tidak diketahui penyebabnya)

Kondisi di mana tidak ada penyebab yang jelas dari FLUTD. Ini bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor, seperti stres, obesitas, kurang minum air, kurang bergerak, atau makanan yang tidak seimbang.

Pertolongan FLUTD pada Kucing

Ilustrasi Ciri-ciri FLUTD pada Kucing. Sumber Foto: Unsplash.com

Berikut adalah beberapa bentuk pertolongan yang bisa diberikan bila kucing mengalami FLUTD.

  1. Berikan kucing air minum yang cukup dan segar setiap hari. Air minum bisa membantu melarutkan kristal atau batu mineral di saluran kemih dan meningkatkan volume urine.

  2. Berikan kucing makanan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan nutrisinya. Hindari makanan yang terlalu tinggi protein, magnesium, fosfor, atau kalsium yang bisa memicu pembentukan urolit.

  3. Jaga berat badan kucing Anda agar tetap ideal. Kucing yang kegemukan lebih rentan terkena FLUTD karena kurang aktif dan kurang minum air. Berikan kucing Anda porsi makan yang sesuai dan ajak bermain atau berolahraga secara teratur.

Baca juga: Alasan Kucing Sering Muntah yang Perlu Diketahui Pemilik

Demikian pembahasan mengenai ciri-ciri FLUTD pada kucing. FLUTD adalah gangguan atau infeksi saluran kemih yang umumnya dialami oleh kucing. Jika tidak segera ditangani, FLUTD bisa berakibat fatal bagi kucing. (WWN)