9 Cara Pengendalian Penyakit Darah pada Pisang

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panggilan untuk para petani pisang, salah satu hal yang patut diketahui adalah cara efektif pengendalian penyakit darah pada pisang. Sebab, penyakit ini mampu membuat pertumbuhan pisang terganggu hingga akhirnya mengalami kematian.
Dikutip dari buku Budidaya Pisang, Roely Ardiansyah, (2010:47), penyakit panama (Fusarium oxysporum cubense) cendawan ini menyerang jaringan pembuluh darah pisang sehingga menyebabkan daun-daunnya menguning.
Mengkhawatirkannya lagi, penyakit darah pada pisang bisa menyerang berbagai jenis pisang, mulai dari pisang sari, kapok, cavendish, dan lain sebagainya.
Cara Pengendalian Penyakit Darah pada Pisang
Mengingat efeknya yang sangat buruk, petani perlu mengetahui cara pengendalian penyakit darah pada pisang.
Pengendaliannya sendiri memang harus dilakukan sesegera mungkin agar bakteri penyebab penyakit darah dari tanaman terinfeksi tidak sampai menyebar ke tanaman lainnya.
Penyakit darah pada pisang sendiri dapat menyerang berbagai jenis pisang, seperti pisang sari, kapok, dan cavendish. Beberapa jenis pisang ada yang tahan terhadap penyakit ini, ada juga yang tidak tahan, seperti pisang kepok.
Membahas mengenai cara pengendaliannya, berikut akan dijelaskan beberapa di antaranya yang patut diperhatikan baik-baik oleh para petani pisang.
Membongkar dan memusnahkan pohon yang terinfeksi
Menanam tanaman pisang yang resisten terhadap penyakit darah
Melakukan rotasi tanaman bukan inang, seperti papaya, nanas, dan jagung
Meningkatkan intensitas penyemprotan bakterisida
Memberikan pupuk organik untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme antagonis yang dapat membunuh BDB
Melakukan penjarangan anakan, yaitu memotong anakan setelah 30 cm sekitar 5 cm dari titik tumbuh
Membuat drainase dan sanitasi lingkungan pertanaman
Menghindari terjadinya luka pada akar
Menggunakan bibit sehat, seperti benih dari kultur jaringan atau benih baru setiap musim tanam
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, penyakit darah pada pisang disebabkan oleh bakteri dari jenis Ralstonia syzygii subsp. celebesensis. Di Indonesia, penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1905 di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Selatan.
Demikianlah penjelasan seputar cara pengendalian penyakit darah pada pisang. Petani patut memperhatikan hal-hal di atas untuk mencegah terjadinya kerugian akibat pisang gagal panen.
Baca juga: 3 Penyebab Daun Strawberry Gosong yang Harus Diwaspadai Petani
