Apakah Kelomang Bisa Ganti Kulit? Ini Fakta Menariknya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kelomang bisa ganti kulit? Kelomang yang dikenal sebagai salah satu jenis hewan peliharaan ini rupanya dapat berganti kulit ketika sudah cukup dewasa. Namun ketika kelomang berganti kulit, pemilik kelomang perlu berhati-hati dalam merawatnya agar kelomang tetap hidup.
Apakah Kelomang Bisa Ganti Kulit?
Mengutip dari dalam buku berjudul 242 Tips Merawat Binatang Kesayangan yang disusun oleh Tim Penulis PS (2009: 215), moulting atau ganti kulit dapat dialami kelomang. Proses pergantian kulit yang dialami kelomang adalah penyebab utama kematian pada kelomang ketika kelomang dipelihara.
Kelomang memerlukan kondisi moulting yang sesuai. Jika kondisinya kurang mendukung kelomang akan mati ketika proses ganti kulit. Agar proses ganti kulit kelomang berjalan lancar, maka perlu menyediakan alas pasir yang cukup dalam akuarium yang digunakan untuk memelihara kelomang.
Pastikan ketinggian alas pasir dua kali lebih tinggi daripada ukuran kelomang. Hal ini dilakukan untuk memudahkan kelomang menguburkan dirinya ketika proses pergantian kulit. Selain itu, perlu juga menyediakan area khusus untuk persembunyian kelomang. Tempat ini dapat membantu kelomang tetap tenang.
Contohnya seperti gua kecil atau lubang batu buatan dalam akuarium. Pastikan alas pasir dan tempat persembunyian kelomang sudah disediakan pada saat awal memelihara kelomang.
Selain memerhatikan peralatan yang perlu disediakan, pemilik kelomang juga perlu memerhatikan tingkah laku dan perawatan yang tepat saat berganti kulit.
Dikutip dari dalam buku berjudul Kamu Bisa Memelihara Hewan Kesayangan, yang disusun oleh Pramana Sukmajati, Yuliandi Kusuma (2008: 57), kelomang sangat suka berganti kulit. Ketika berganti kulit, kelomang menimbun dirinya di dalam pasir.
Ketika proses pergantian kulit, kelomang dalam kondisi yang rawan dan cepat mati, terlebih ketika diserang oleh kelomang lainnya. Hal ini terjadi karena dalam proses pergantian kulit, tubuh kelomang sangat lunak.
Oleh sebab itu, ketika kelomang terlihat sedang berganti kulit, sebaiknya letakkan kelomang di tempat tersendiri agar tidak diserang oleh kelomang lainnya.
Penjelasan apakah kelomang bisa ganti kulit atau tidak dapat dijadikan sebagai pengetahuan yang bermanfaat bagi para pemilik kelomang. (DAP)
