Apakah Kucing Bisa Menstruasi? Kenali Tanda dan Ciri-cirinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah viral di media sosial menyatakan bahwa kucing bisa menstruasi. Bahkan kucing mempunyai tanda dan ciri-ciri khusus ketika menstruasi. Pertanyaannya, apakah kucing bisa menstruasi itu memang benar?
Faktanya memang kucing bisa mengalami siklus menstruasi. Namun, tidak seperti manusia pada umumnya. Biasanya, kucing masuk siklus menstruasi ketika masa estrus atau birahi. Agar semakin jelas, simak ulasan berikut!
Siklus Menstruasi pada Kucing
Bayu R. Susetyo dalam buku berjudul Panduan Memelihara Kucing Persia menjelaskan bahwa kucing betina umumnya mengalami masa birahi pertama kali ketika umur 7 atau 8 bulan, ada juga yang mengalami birahi pada umur 10 dan 11 bulan.
Biasanya, birahi pertama ini bisa memakan waktu 7-10 hari. Kemudian masa birahi berikutnya bisa muncul sesudah 1 hingga 3 bulan.
Fakta menarik tentang siklus menstruasi kucing yakni, menstruasi kucing berawal dari siklus proestrus sampai estrus atau birahi. Siklus proestrus adalah periode awal dari masa birahi kucing, biasanya berlangsung kurang lebih 2 hari. Pada siklus ini, kucing menunjukkan perubahan fisik dan sikap.
Misalnya, pembesaran di organ vitalnya, sering mengeong, dan menggesekkan badan dengan benda sekitarnya. Selanjutnya, kucing akan masuk dalam tahap estrus alias heat ketika kucing mulai birahi. Proses ini berjalan 3-8 hari dan pada periode ini kucing dapat dikawinkan.
Tanda-Tanda Menstruasi pada Kucing
Biasanya kucing yang sedang menstruasi akan menunjukkan perilaku berikut:
Kucing sering mengeong dan melolong dengan tujuan mencari pasangan untuk kawin.
Kucing lebih sering buang air kecil, sebab urine kucing betina terdapat kandungan feromon serta hormon lain. Hormon ini bisa memberi sinyal kepada kucing jantan untuk segera mengawini kucing betina.
Sering menggosokkan badan pada benda-benda sekitar. Bahkan bisa ke tubuh pemiliknya, sebab kucing betina memerlukan banyak perhatian.
Ada sedikit darah yang keluar dari vagina, namun ini jarang terjadi pada kucing.
Ketika kucing menunjukkan hal ini, segera kawinkan si kucing dengan kucing jantan yang bagus. Jika tidak dikawinkan, maka risiko penyakit kanker payudara, serviks, juga ovarium bisa mengancam kucing betina.
Jika tidak mau mempunyai anak kucing, bisa lakukan steril. Tujuannya untuk mengurangi risiko penyakit dan juga mencegah agar populasi kucing tidak semakin membludak.
Demikianlah siklus menstruasi pada kucing betina. Semoga bermanfaat! (EK)
