Apakah Kucing Boleh Makan Coklat? Ini Kata Dokter Hewan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kucing boleh makan coklat? Bagi manusia, coklat memang makanan yang lezat dan mengandung berbagai manfaat. Namun, sebaiknya jangan sekali-kali memberikan coklat kepada kucing peliharaan.
Alasannya, ada kandungan coklat yang tidak bisa dicerna dengan baik oleh kucing. Jika dipaksa memakannya, kucing bisa keracunan. Lalu, apa bahayanya? Simak ulasan di bawah ini!
Alasan Kucing Tidak Boleh Makan Coklat
Meisa Damayanti dalam buku berjudul Menyayangi Hewan Peliharaan dengan Baik menjelaskan bahwa kucing adalah hewan peliharaan yang lucu dan sebaiknya tidak diberikan makanan sembarang.
Salah satu makanan yang tidak boleh diberikan kepada kucing adalah coklat. Kenapa demikian? Karena coklat bisa beracun untuk kucing. Menurut dokter hewan, coklat mengandung sedikit kafein dengan sejumlah besar senyawa teobromin.
Senyawa inilah yang dikenal sebagai methylxanthines dan berkontribusi menyebabkan keracunan pada kucing. Umumnya, kafein dan teobromin dalam coklat sebanding dengan banyaknya kakao.
Jadi, coklat yang lebih gelap serta coklat panggang merupakan coklat yang paling berbahaya untuk diberikan kepada kucing meskipun dalam jumlah yang kecil. Coklat putih pun juga bisa membuat kucing keracunan.
Maka dari itu, untuk menjaga kesehatan kucing, jangan memberikan makanan coklat dengan jenis apa pun.
Gejala Keracunan Coklat pada Kucing
Kucing yang mengonsumsi coklat memang tidak secara langsung menunjukkan tanda-tanda keracunan, bisa jadi 6-12 jam bahkan sampai 3 hari sesudah makan coklat. Adapun gejala kucing keracunan coklat, yaitu:
Diare.
Muntah.
Dehidrasi.
Nafsu makan menurun.
Kegelisahan.
Sering buang air kecil.
Napas cepat atau terengah-engah.
Kejang.
Koma.
Penanganan Kucing Keracunan Coklat
Ketika kucing sudah menunjukkan gejala keracunan, segera bawa kucing ke dokter hewan. Beritahu kepada dokter hewan kapan kucing mengonsumsi coklat.
Kantongi informasi nama produk coklat yang tertelan kucing jika perlu bawa bungkusnya. Perhatikan jumlah coklat yang sudah termakan oleh kucing. Perhatikan juga gejala klinik yang muncul pada kucing.
Jika muncul gejala kucing keracunan, sebaiknya jangan memberikan hidrogen untuk membantu kucing muntah. Karena ini hanya bisa membuat kucing mengalami sakit gastritis, yakni peradangan dinding lambung parah.
Penanganan yang diberikan dokter hewan kepada kucing yang keracunan adalah:
Dekontaminasi, yaitu mengeluarkan sebanyak-banyaknya coklat dari perut kucing.
Perawatan suportif, yakni merawat kucing di klinik dan rumah sakit hewan. Dokter hewan akan memakai terapi cairan sehingga membantu tubuh kucing mengeluarkan racun dengan cepat.
Itulah jawaban pertanyaan apakah kucing boleh makan coklat yang perlu diketahui. Semoga membantu! (ek)
