Apakah Otter Berbahaya? Inilah Fakta Menariknya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Otter atau berang-berang adalah jenis mamalia semi-akuatik. Mamalia yang terkenal karena sifat lucu dan kebiasaannya bermain air ini menjadi bahan pertanyaan banyak orang, apakah otter berbahaya?
Dikutip dari unair.ac.id, sekilas, hewan ini memang tampak jinak dan menggemaskan. Namun tetap saja ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui sebelum mendekati atau memelihara hewan ini.
Apakah Otter Berbahaya? Inilah Fakta Menariknya
Apakah otter berbahaya? Ya. Hewan ini bisa saja menjadi berbahaya untuk didekati. Berikut ini penjelasan seputar fakta menarik mamalia ini.
1. Otter Bukanlah Hewan yang Jinak
Meskipun banyak video beredar di media sosial menunjukkan otter yang tampak lucu dan bersahabat, sebenarnya hewan ini tergolong liar dan memiliki naluri bertahan hidup yang kuat.
Hewan ini bukan peliharaan alami seperti halnya kucing. Otter bisa menjadi agresif saat merasa dirinya terancam atau terganggu.
Otter mempunyai gigi yang tajam dan cakar kuat untuk digunakan menangkap ikan atau mempertahankan diri. Jika merasa stres atau terganggu, otter bisa saja menggigit manusia dengan kuat dan menyebabkan luka serius.
2. Otter Dapat Menularkan Penyakit
Otter dapat menjadi pembawa penyakit zoonosis, yaitu sebuah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Beberapa penyakit yang dapat dibawa otter yaitu leptospirosis, rabies (meski jarang), dan infeksi bakteri lainnya.
Oleh karena itu, interaksi langsung dengan hewan ini tanpa menggunakan perlindungan sebaiknya dihindari.
Khusus di alam liar, otter mempunyai peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Sehingga, membawa hewan ini ke dalam lingkungan manusia tanpa izin dan pengetahuan yang cukup justru malah berbahaya, baik bagi otter ataupun manusia.
3. Perlindungan dan Status Hukum Otter
Di Indonesia, beberapa jenis otter seperti otter cakar kecil (Aonyx cinereus) termasuk satwa yang dilindungi. Artinya, memelihara atau memperdagangkan hewan ini tanpa izin adalah tindakan ilegal dan dapat dikenai sanksi hukum.
Saat ini, populasi otter di alam bebas kian terancam oleh kerusakan habitatnya dan perburuan ilegal. Oleh sebab itu, konservasi otter lebih diutamakan daripada menjadikannya hewan peliharaan.
Kesimpulannya, apakah otter berbahaya? Ya, otter bisa berbahaya jika diperlakukan sembarangan atau dipelihara tanpa wawasan yang cukup. Meskipun tampak lucu, otter adalah hewan liar yang sebaiknya tetap berada di habitat alaminya. (Zen)
Baca Juga: 5 Hewan Peliharaan Low Maintenance yang Cocok Dipelihara Anak-Anak
