Konten dari Pengguna

Berapa Jarak Tanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe yang Ideal? Ini Jawabannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jarak Tanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe yang Ideal, Foto: Pexels/Adonyi Gábor
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jarak Tanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe yang Ideal, Foto: Pexels/Adonyi Gábor

Jarak tanam tumpang sari jagung dan cabe merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam sistem pertanian yang menggabungkan dua jenis tanaman dalam satu lahan.

Teknik tumpang sari bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan hasil panen, dan mengurangi risiko kerugian dengan menanam dua komoditas yang saling melengkapi.

Mengutip situs distan.bulelengkab.go.id, tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan.

Jarak Tanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe

Ilustrasi Jarak Tanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe yang Ideal, Foto: Pexels/Alejandro Barrón

Pengaturan jarak tanam tumpang sari jagung dan cabe sangat penting untuk memastikan kedua tanaman tumbuh optimal tanpa saling bersaing untuk cahaya, air, atau nutrisi.

  • Jagung: Jarak antar tanaman dalam baris 20–25 cm dan jarak antar baris 75 cm.

  • Cabai: Jarak antar tanaman cabai dalam baris 40–50 cm. Tanam cabai di antara barisan jagung dengan jarak sekitar 50 cm dari tanaman jagung terdekat.

Dengan pengaturan jarak ini, cabai mendapat ruang yang cukup untuk tumbuh tanpa terhalang bayangan jagung, dan sirkulasi udara tetap terjaga.

Cara Menanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe

Ilustrasi Jarak Tanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe yang Ideal, Foto: Pexels/Danang DKW

Penentuan jarak tanam yang ideal sangat penting agar kedua tanaman mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh tanpa saling bersaing dalam hal nutrisi, air, dan cahaya matahari.

1. Persiapan Lahan

Gemburkan tanah dan tambahkan pupuk organik atau kompos untuk meningkatkan kesuburan. Buat bedengan jika diperlukan, terutama pada lahan dengan drainase buruk.

2. Penandaan Jarak Tanam

Gunakan tali dan patok untuk menentukan jarak tanam sesuai panduan. Tanam jagung terlebih dahulu, dan setelah beberapa minggu, tanam cabai di antara barisan jagung.

3. Penanaman Jagung dan Cabai

Mulailah dengan menanam jagung. Setelah jagung tumbuh sekitar 20–30 cm, tanam cabai di antara barisan jagung, sehingga cabai mendapatkan cukup cahaya dan sirkulasi udara.

Pemeliharaan Tumpang Sari Jagung dan Cabe

Ilustrasi Jarak Tanam Tumpang Sari Jagung dan Cabe yang Ideal, Foto: Pexels/Adonyi Gábor

Dalam sistem ini, jagung yang tumbuh lebih tinggi dapat memberikan naungan alami bagi cabai, namun pemeliharaan yang tepat sangat penting untuk memastikan kedua tanaman mendapatkan kebutuhan dasar seperti air, nutrisi, dan cahaya yang seimbang.

1. Penyiraman

Siram tanaman secara teratur, terutama saat musim kemarau. Pastikan air tidak menggenang agar akar cabai tidak busuk.

2. Pemupukan

Pupuk tanaman setiap 2–3 minggu sekali, sesuai kebutuhan tanaman. Gunakan pupuk organik untuk hasil lebih baik.

3. Penyiangan dan Pengendalian Gulma

Gulma dapat mengganggu pertumbuhan cabai dan jagung. Lakukan penyiangan secara rutin agar nutrisi di tanah tidak terserap oleh gulma.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Periksa tanaman secara berkala. Jika ada tanda-tanda serangan hama atau penyakit, lakukan pengendalian secara alami atau menggunakan pestisida organik.

Dalam praktiknya, jarak tanam tumpang sari jagung dan cabe harus memperhitungkan kebutuhan ruang bagi masing-masing tanaman ini. Dengan memahami jarak tanam tumpang sari yang tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan. (Fikah)

Baca juga: 5 Faktor Kenapa Tanaman Jagung Tidak Tumbuh