Burung yang Tidak Boleh Dekat dengan Cucak Ijo

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja burung yang tidak boleh dekat dengan cucak ijo? Perlu diketahui bahwa tidak semua burung cocok atau aman untuk ditempatkan dalam lingkungan yang sama dengan cucak ijo.
Bahkan, ada beberapa jenis burung yang sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu atau bahkan merugikan cucak ijo. Untuk mengetahuinya, simak uraian di bawah ini.
Apa Saja Burung yang Tidak Boleh Dekat dengan Cucak Ijo?
Dikutip dari buku Formulasi Pakan Burung Ocehan dan Hias karya W. Widodo, cucak ijo merupakan salah satu jenis burung yang paling terkenal di kalangan kicau mania. Hal ini disebabkan karena kicauannya yang terdengar indah dan mudah diterima oleh telinga.
Untuk menambah kecantikan dan keindahan suara cucak ijo, pemilik perlu memelihara burung pendamping yang dapat dijadikan sebagai masternya. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua burung bisa dijadikan sebagai pendamping dan didekati cucak ijo.
Lalu, apa saja contoh burung yang tidak boleh dekat dengan cucak ijo agar pertengkaran bisa dihindari? Berikut penjelasannya.
1. Burung Berwarna Cerah
Salah satu jenis burung yang tidak boleh didekati dengan cucak ijo adalah burung yang memiliki warna cerah. Alasannya, jika cucak ijo terus berhadapan dengan warna mencolok, ia akan kelabakan dan mengalami over birahi yang tidak terkendali.
Akibatnya, cucak ijo akan menjadi sangat aktif dan berisik demi mencari perhatian dari orang di sekitarnya.
2. Burung yang Suka Salto
Burung yang memiliki karakter salto juga sebaiknya dihindari sebagai pendamping cucak ijo. Perlu diketahui bahwa cucak ijo adalah hewan yang pintar dan mudah mengingat sesuatu. Jika ia melihat burung lain salto, cucak ijo akan menirunya dengan cepat.
Keduanya merupakan contoh burung yang tidak boleh dekat dengan cucak ijo. Sebab, sejumlah pantangan ini bisa menimbulkan berbagai macam risiko jika tidak diikuti dengan benar.
Apabila sudah terlanjur memelihara burung pendamping dengan ciri di atas, pemilik bisa mencoba mencari tahu cara untuk mengatasi over birahi atau kebiasaan salto.
