Cara Berkebun Tanaman Jahe di Pekarangan Rumah yang Kecil

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara berkebun tanaman jahe yang mudah membuat banyak orang tertarik untuk menanam jahe di pekarangan rumah. Namun begitu, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk dapat menanam jahe di pekarangan rumah. Cara ini dilakukan agar tanaman jahe menghasilkan panen dalam jumlah yang banyak.
Cara Berkebun Tanaman Jahe di Pekarangan Rumah yang Kecil dengan Langkah Benar
Cara berkebun tanaman jahe dapat memudahkan masyarakat yang berminat untuk menanam jahe di lahan miliknya meski ukuran lahan yang tersedia sempit. Dikutip dari buku berjudul Buku Pedoman Pengolahan Hasil Budidaya Jahe dan Serai yang ditulis oleh apt. Ovalina Sylvia Br. Ginting, S.Farm., M.Si. (2022: 32), jahe termasuk salah satu tanaman yang banyak ditanam karena media tanam yang dibutuhkan untuk menanam jahe mudah ditemukan.
Hal tersebut karena jahe dapat ditanam di lahan yang berukuran tidak terlalu luas bahkan terbilang sempit. Di samping itu, jahe juga mudah dirawat karena hanya perlu perawatan khusus di awal pertumbuhan saja.
Setelah cukup dewasa, tanaman jahe dapat tumbuh begitu saja meski tanpa adanya perawatan khusus yang diberikan. Untuk dapat menanam jahe dengan mudah di pekarangan rumah, berikut ini cara berkebun jahe di pekarangan rumah yang kecil:
Langkah pertama, persiapkan alat berkebun yang diperlukan seperti sekop, garpu tanah, dan lain sebagainya. Pastikan alat dalam kondisi steril agar tanaman tidak terkontaminasi bakteri atau jamur yang menghambat pertumbuhan.
Selanjutnya, olah lahan yang akan digunakan untuk menanam jahe. Jenis tanah yang ideal untuk ditanami jahe adalah jenis tanah humus yang dicampur jerami serta pH tanah memiliki tingkat keasaman sekitar 6,8 sampai 7,4. Pastikan pengolahan lahan telah dilakukan satu bulan sebelum menggunakan lahan dan ditanami jahe
Setelah itu, buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3 sampai 7 cm.
Kemudian siapkan bibit jahe yang sehat dan berkualitas untuk ditanam.
Selanjutnya, tanam bibit jahe terpilih dan siap tanam dengan cara memasukkan bibit ke dalam lahan tanam yang disediakan.
Kemudian tutup lubang tanam yang sudah ditanami bibit jahe dengan tanah yang ada di sekitar lubang tanam.
Setelah proses penanaman selesai, lakukan perawatan tanaman selama kurang lebih 6 sampai 8 minggu. Cara perawatannya dapat dilakukan dengan memberi pupuk pada tanaman kemudian lakukan penyiraman secara berkala. Jahe dapat dipanen setelah berusia 4 bulan sejak bibit ditanam.
Jahe yang siap panen umumnya ditandai dengan memiliki daun berwarna kuning dan batang yang terlihat mulai kering. Itulah cara berkebun tanaman jahe yang dapat diikuti dengan mudah. Semoga berhasil. (DAP)
