Cara Budidaya Belut dengan Lumpur agar Untung Melimpah

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belut dikelompokkan ke dalam jenis ikan. Saat ini ada banyak olahan belut yang menjadi favorit seperti keripik belut atau belut asap. Karena tingginya permintaan, banyak pihak yang kemudian membudidayakan belut. Cara budidaya belut dengan lumpur adalah yang paling umum dijumpai.
Berikut Cara Budidaya Belut dengan Lumpur yang Mudah dan Menguntungkan
Belut memiliki ciri tubuh licin, tidak bersisik, dan bisa bernapas di udara. Sifat belut adalah hermaprodit protogini atau mengalami perubahan jenis kelamin dari awalnya betina hingga menjadi jantan ketika usianya tua.
Dilansir bantenprov.go.id, berikut cara budidaya belut dengan lumpur yang mudah dan bisa pula dilakukan oleh pemula.
1. Pemilihan Bibit
Bibit belut ada yang berasal dari hasil tangkapan dan hasil budidaya. Beberapa kriteria bibit belut yang baik dan cocok untuk diternakkan adalah berukuran seragam, fisik tidak cacat, gerakan lincah, serta bebas penyakit.
Bibit belut untuk dibesarkan idealnya memiliki ukuran 10-12 cm dengan waktu pemeliharaan 3-4 bulan.
2. Persiapan Kolam
Budidaya belut bisa menggunakan kolam permanen atau semi permanen. Kolam permanen contohnya kolam tembok, sawah, atau kolam tanah. Sementara itu drum, kolam terpal, hingga kontainer plastik masuk dalam kelompok semi permanen.
Jika Anda menggunakan kolam tembok pastikan ketinggiannya 1-1,25 meter dan buat lubang pengeluaran dengan pipa yang cukup besar untuk memudahkan mengganti media tumbuh.
Untuk kolam tembok yang baru, sebaiknya keringkan beberapa minggu. Rendam dengan air yang ditambah daun serta pelepah pisang juga sabut kelapa. Kemudian cuci hingga bau semen hilang.
3. Persiapan Media Tumbuh Belut
Berikutnya siapkan media tumbuh belut yang bisa dibuat dari lumpur sawah, pupuk kandang, kompos, humus, jerami, sekam padi, pelepah pisang, mikroba dekomposer, dan tanaman air.
Tidak ada ketentuan khusus atau patokan komposisi media tumbuh belut. Anda bisa meracik sesuai kebiasaan, berdasarkan pengalaman, atau ilmu yang diperoleh dari peternak belut lainnya.
4. Penebaran Bibit
Bibit belut dibudidayakan dengan kepadatan yang tinggi. Untuk bibit belut berukuran 10-12 cm kepadatan tebarnya sekitar 50-100 ekor/m2. Anda bisa melakukan penebaran pada pagi atau sore hari supaya belut tidak stres.
Jangan lupa lakukan karantina selama 1-2 hari pada bibit belut hasil tangkapan dengan cara meletakkannya di wadah berisi air bersih yang mengalir dan beri pakan kocokan telur selama masa karantina.
5. Pemberian Pakan
Jangan sampai terlambat dalam pemberian pakan sebab belut termasuk hewan yang rakus. Takaran pakannya dapat Anda sesuaikan dengan berat populasi belut dengan jumlah pakan 5-20% dari berat tubuhnya tiap hari. Lakukan pemberian pakan sore atau malam sebab belum merupakan hewan nokturnal.
Dalam budidaya belut, Anda bisa memberikan pakan hidup atau mati. Contoh pakan hidup antara lain cacing, zooplankton, larva ikan, atau kecebong yang bisa diberikan 3 hari sekali. Sementara pakan mati berupa cincangan bekicot, bangkai ayam, hingga pelet dapat diberikan 1-2 kali sehari.
6. Pemanenan
Tak ada ketentuan atau patokan khusus kapan belut siap panen. Hanya saja pasar lokal lebih menyukai belut berukuran kecil dengan masa pembesaran berkisar antara 3-4 bulan. Lain halnya pasar ekspor yang meminta belut berukuran lebih besar dengan masa pembesaran antara 3-6 bulan.
Cara budidaya belut dengan lumpur ternyata tidak terlalu sulit. Untuk kolam tembok yang terbuat dari semen sebaiknya tidak langsung digunakan. Pastikan kering lebih dahulu dan kuras pula hingga bau semennya hilang. Selanjutnya barulah Anda bisa memulai budidaya belut. (DN)
