Cara Budidaya Cabai Katokkan yang Super Pedas agar Berbuah Lebat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara budidaya cabai katokkan sebetulnya tak jauh berbeda dari jenis cabai lainnya. Cabai katokkon disebut pula dengan nama lada katokkan.
Tanaman ini merupakan cabai dari Toraja dengan rasa lebih pedas dibanding cabai pada umumnya. Tak hanya itu, katokkon juga mempunyai aroma khas.
Mari simak cara budidaya cabai katokkon yang mudah bagi pemula.
Ketahui Cara Budidaya Cabai Katokkan bagi Pemula
Selain sebagai penambah nafsu makan, mengatasi masalah sendi, serta meredakan batuk berdahak, katokkon juga bermanfaat untuk melancarkan aliran darah dan menurunkan kadar kolesterol.
Karena segudang manfaat tersebut, tak heran bila banyak orang membudidayakan lada katokkan ini.
Dalam situs pustaka.setjen.pertanian.go.id, disebutkan jika cabai ini berbentuk mirip paprika dengan ukuran kecil. Cabai katokkon merupakan salah satu jenis tanaman unggulan asal Toraja yang harganya relatif tinggi.
Berikut cara budidaya cabai katokkan yang mudah untuk pemula sehingga cepat berbuah lebat.
1. Pemilihan Benih
Benih cabai katokkan yang sebaiknya digunakan adalah benih yang berasal dari hasil panen kedua. Pastikan permukaan bawah buahnya rata atau tidak lonjong.
2. Penyemaian
Setelah mendapatkan benih cabai katokkon dari dalam buah, angin-anginkan atau jemur biji tersebut selama kurang lebih tujuh hari.
Selanjutnya, rendam benih dalam air hangat atau suam-suam kuku selama kurang lebih 24 jam lalu tiriskan dan campurkan benih dengan abu dapur halus. Perbandingan benih dan abunya yaitu sekitar 1:10.
3. Persiapan Lahan
Siapkan lahan untuk budidaya cabai super pedas tersebut. Mula-mula lakukan pengolahan lahan dengan membongkar serta menggalinya sedalam 25-30 cm.
Diamkan tanah sekitar satu minggu sebelum ditanami. Tujuannya supaya gas berbahaya yang terkandung dalam tanah menguap.
4. Penanaman
Setelah benih disemai selama tiga minggu dan tumbuh menjadi bibit, maka proses penanaman dapat dimulai.
Ambil bibit perlahan supaya akarnya tidak rusak lalu masukkan ke dalam lubang tanam yang sebelumnya telah dibuat. Tutup lubang menggunakan sisa tanah dan padatkan agar bibit tak roboh.
5. Perawatan
Langkah perawatan yang diperlukan oleh tanaman ini antara lain penyiraman, perempelan atau pemangkasan tunas, dan pemupukan. Ketika tidak turun hujan atau musim kering, penyiraman dilakukan maksimal 3 kali seminggu.
Perempelan dilakukan saat tanaman telah berusia 4-8 minggu. Sementara pemupukannya dengan cara penyemprotan memakai pupuk organik cair.
6. Pemanenan
Pemanenan dilakukan dengan memetik buah cabai katokkon yang tua. Jadi, ketika muda, katokkon berwarna hijau. Akan tetapi, saat telah matang atau tua warnanya akan berubah menjadi merah atau kuning jingga.
Demikian cara budidaya cabai katokkan atau lada katokkon yang mudah dan dapat dipraktikkan oleh pemula. Salah satu keunggulan cabai ini adalah level pedasnya di atas jenis cabai lainnya. (DN)
