Cara Budidaya Ikan Bidadari yang Tepat agar Tumbuh Sehat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara budidaya ikan bidadari harus dilakukan dengan tepat supaya pertumbuhannya baik.
Dikutip dari buku Budidaya Ikan Angelfish yang Cantik, ikan bidadari memiliki corak warna sangat indah sehingga banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Ikan satu ini adalah salah satu jenis ikan hias aquascape dengan bentuk tubuh unik.
Karena keindahan dan keunikannya, tak sedikit orang yang senang membudidayakan ikan bidadari. Bagaimana caranya?
Cara Budidaya Ikan Bidadari yang Tepat agar Tumbuh Sehat
Berikut ini berbagai cara budidaya ikan bidadari yang tepat agar tumbuh sehat:
1. Membedakan Jantan dan Betina
Sebelum memulai budidaya ikan bidadari, pemilik harus membedakan jantan dan betina. Adapun ciri-ciri dari ikan bidadari jantan adalah:
Berukuran lebih besar dibanding betina
Mempunyai kepala dengan ukuran agak besar
Bentuk badan ramping atau pipih
Mulut ke sirip punggung berbentuk cembung
Sedangkan, ciri-ciri dari ikan bidadari betina adalah sebagai berikut:
Berukuran lebih kecil daripada jantan
Bentuk perut menonjol atau besar
Bentuk kepala lebih kecil
Mulut ke sirip berbentuk garis lurus dan terkadang sedikit menonjol
2. Memilih Indukan
Cara budidaya ikan bidadari yang berikutnya adalah dengan memilih indukan ikan bidadari. Indukan yang dipilih harus berusia 6 bulan dengan ukuran panjang jantan sekitar 7,5 cm dan betina 5 cm.
Indukan yang telah matang gonad dapat dimasukkan ke sebuah bak dengan ukuran 2x2 m² yang diisi air sampai mencapai ketinggian 30 cm. Apabila berpasangan, maka indukan tersebut memisahkan diri dari anggota kelompok yang lain.
3. Memijahkan Ikan
Ikan yang berpasangan dapat dipisahkan ke dalam kolam pemijahan. Salah satu tempat yang bisa dipakai untuk memijahkan ikan adalah akuarium. Isi akuarium menggunakan air sampai 30-60 cm yang telah diendapkan.
Langkah berikutnya adalah menyiapkan substrat dari daun pisang, genting, atau seng plastik dengan lebar 10 cm dan panjang 20 cm. Substrat kemudian diletakkan dalam akuarium dengan posisi miring. Selama satu kali pemijahan, umumnya dihasilkan 2000 sampai 3000 telur.
4. Memelihara Benih
Setelah pemijahan dilakukan, substrat dengan telur dapat diangkat dan dipindah ke akuarium penetasan. Akuarium yang dipakai untuk menetaskan benih diisi air terlebih dahulu dengan ketinggian 10 cm.
Benih yang menempel di substrat tidak diberi makan. Namun ketika usianya mencapai 3 sampai 4 hari, pemilik dapat memberi makan berupa kutu air atau rotifera yang disaring.
Itulah sekilas pembahasan mengenai cara budidaya ikan bidadari.(LAU)
