Cara Budidaya Kelapa Kopyor sebagai Komoditas Bernilai Tinggi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelapa kopyor adalah kelapa yang gagal tumbuh atau tidak normal pada buahnya. Cara budidaya kelapa kopyor sebaiknya menggunakan bibit yang sudah disemai.
Kelapa kopyor merupakan salah satu komoditas bernilai tinggi karena memiliki banyak manfaat. Ingin tahu lebih lanjut mengenai cara budidaya kelapa kopyor? Simak artikel di bawah ini.
Cara Budidaya Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor memiliki daging buah yang terpisah dengan dinding batok bagian dalam. Sehingga, daging kepala terkelupas dan cenderung empuk juga lunak.
Kelapa kopyor bermanfaat untuk meningkatkan stamina, memulihkan demam berdarah, memulihkan luka bakar, meredakan gatal, dan mengurangi pusing.
Dirangkum dari buku Kekayaan Sabut Kelapa karya Dwi Bagu, dkk, cara budidaya kelapa kopyor dengan bibit yang sudah disemaikan, adalah:
Menggali lubang dengan kedalaman 50 cm.
Beri pupuk organik yang telah difermentasi pada lubang kira-kira setinggi 10 cm.
Timbun pupuk dengan tanah galian setinggi 10 cm.
Masukkan bibit kelapa kopyor ke lubang yang sudah disiapkan.
Timbun bibit hingga batok kelapa setengah tertimbun tanah.
Setelah umur 2-3 bulan, tutup seluruhnya hingga batok tidak tampak dan rata dengan tanah.
Dalam penanaman kelapa kopyor, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pertumbuhannya sehat, antara lain:
Kelapa kopyor bisa ditanam di tanah apapun, kecuali tanah kapur keras.
Lahan berada di ketinggian >400 meter dpl.
Sinar matahari sebesar 75%.
Jarak tanam yang disarankan adalah 9x9 hingga 10x10 meter.
Pola tanam menggunakan pola segitiga.
Setelah kelapa kopyor berhasil ditanam dengan beberapa syarat terpenuhi, maka langkah selanjutnya perawatan pohon kelapa dengan cara, sebagai berikut:
Tanaman diberi paranet dengan keteduhan 50%.
Lakukan penyiangan secara berkala.
Penyiraman terutama saat musim kemarau agar tanah tetap lembab dan akar tumbuh.
Sesuaikan pemupukan dengan umur tanaman. Usia 0-2 tahun diberikan pupuk N, P205 dan KCL. Usia 3-10 tahun diberikan pupuk kandanga. Usia >11 tahun, kembali berikan pupuk N, P205 dan KCL.
Jangan lupa untuk menanggulangi hama dan penyakit dengan pestisida. Demikian cara budidaya kelapa kopyor sebagai komoditas bernilai tinggi. (SP)
