Cara Budidaya Kopi Sistem Pagar agar Panen Melimpah

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara budidaya kopi sistem pagar harus dilakukan dengan tepat supaya menghasilkan panen melimpah.
Dikutip dari buku Panduan Berkebun Kopi oleh Pudji Rahardjo, bertanam kopi merupakan usaha jangka panjang karena tanaman kopi adalah tanaman tahunan. Inilah mengapa tidak sedikit orang yang ingin membudidayakannya.
Lantas, bagaimana cara budidaya kopi sistem pagar supaya hasilnya melimpah?
Cara Budidaya Kopi Sistem Pagar agar Panen Melimpah
Berikut ini cara budidaya kopi sistem pagar:
1. Memilih Jenis Kopi
Langkah pertama sebelum melakukan budidaya kopi adalah dengan memilih terlebih dahulu jenis kopi apa yang akan ditanam. Ada banyak sekali jenis kopi yang bisa dipilih. Mulai dari arabika, robusta, excelsa, sampai liberika.
Setiap jenisnya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat dipertimbangkan dalam memilih jenis apa yang cocok.
2. Menyeleksi Benih
Cara budidaya kopi sistem pagar berikutnya adalah dengan memilih benih kopi yang berkualitas. Semakin baik kualitasnya, maka panen yang dihasilkan juga semakin berkualitas. Adapun kriteria dari benih kopi yang baik adalah:
Berasal dari induk yang menghasilkan buah berkualitas
Tanaman induk sehat serta tahan terhadap penyakit dan serangan hama
Tanaman induk berasal dari hasil persilangan pertama
Calon benih adalah buah yang sudah masak supaya mempunyai banyak cadangan nutrisi
Benih mempunyai ukuran normal, tidak cacat, dan mulus
3. Menyiapkan Lahan
Lahan harus dipersiapkan jauh sebelum benih siap ditanam, terutama apabila lahan belum terdapat tanaman peneduh. Pasalnya, pemillik harus mempersiapkan lahan sekitar 2 sampai 4 tahun sebelum budidaya kopi dilakukan.
Tanaman peneduh mempunyai fungsi sangat penting, yaitu mengatur sinar matahari yang masuk di mana kopi tidak membutuhkan sinar matahari intens. Ada banyak jenis pohon yang dapat dipilih, seperti dadap, lamtoro, atau sengon.
4. Menanam Bibit
Apabila bibit, lahan, serta pohon peneduh sudah siap, pemilik dapat mulai memindahkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Dalam sistem pagar, jarak tanaman harus diperhatikan.
Dalam satu baris, antartanaman harus diberi jarak sekitar satu meter. Hal ini supaya pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi nantinya dapat berjalan dengan baik.
5. Perawatan
Setelah melakukan penanaman dengan benar, pemilik harus memperhatikan perawatan tanaman kopi. Pemilik harus mencabut gulma secara teratur supaya tidak mengambil nutrisi dari humus agar pertumbuhan tanaman kopi tetap berjalan baik.
Selain itu, pemilik juga harus melakukan penggantian tanaman yang mati atau rusak dengan yang baru. Tujuannya agar jumlah tanaman kopi tetap terkontrol.
Itulah sekilas pembahasan mengenai cara budidaya kopi sistem pagar.(LAU)
