Konten dari Pengguna

Cara Budidaya Marmut Pedaging agar Berkembang dengan Optimal

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Budidaya Marmut Pedaging, Foto: Unsplash/Jaroslaw Slodkiewicz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Budidaya Marmut Pedaging, Foto: Unsplash/Jaroslaw Slodkiewicz

Marmut pedaging semakin populer di kalangan peternak karena potensi keuntungan yang cukup menjanjikan. Selain itu, cara budidaya marmut pedaging juga tergolong mudah karena tidak memerlukan lahan yang luas.

Mengutip Jurnal Gunung Djati Conference Series, Putri N. A. & Laksmindra F., (2023: 85), Marmut merupakan hewan yang awalnya hidup berbas di alam, kemudian mulai didomestikasikan menjadi hewan peliharaan untuk tujuan konsumsi.

Cara Budidaya Marmut Pedaging

Ilustrasi Cara Budidaya Marmut Pedaging, Foto: Unsplash/Sunira Moses

Daging marmut memiliki nilai gizi tinggi dan tekstur yang lembut, menjadikannya semakin banyak digemari oleh manusia. Berikut adalah cara budidaya marmut pedaging agar berkembang dengan optimal.

1. Pemilihan Indukan

Pemilihan induk marmut sangat memengaruhi pertumbuhan dan kualitas daging yang dihasilkan. Pilihlah marmut yang tubuhnya sehat, terlihat aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Pada tahap awal, cukup memelihara satu marmut jantan dan tiga marmut betina. Ini karena setiap marmut betina dapat melahirkan 2-4 ekor anak dalam sekali kehamilan, dengan masa kehamilan sekitar 59-73 hari.

2. Penyediaan Kandang

Kandang yang nyaman sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan marmut. Sediakan kandang minimal 0,5-1 meter persegi untuk setiap 3-4 ekor marmut. Pastikan pula untuk memisahkan marmut dewasa dengan yang masih kecil.

Kandang harus selalu bersih dan kering, karena kelembapan yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit. Gunakan serutan kayu aspen sebagai alas kandang dan pastikan untuk menggantinya secara teratur untuk mencegah adanya bau tidak sedap.

3. Pemberian Pakan

Pakan yang diberikan untuk marmut harus bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan marmut. Marmut dapat diberi makan rumput segar, pelet khusus marmut pedaging, sayuran, dan air bersih.

Marmut yang baru lahir bisa diberi pakan pelet, polar, dan dedak. Induk marmut biasanya akan menyusui bayinya hingga usia 3 minggu. Setelah itu, baru anak marmut dapat mengonsumsi makanan seperti induknya.

4. Perawatan

Lakukan pemeriksaan rutin terhadap marmut untuk memastikannya bebas dari parasit atau penyakit. Cek kondisi bulu, mata, telinga, dan gigi marmut secara berkala. Peternak juga dapat memberikan vitamin agar kesehatan marmut tetap terjaga.

Selain itu, selalu jaga kebersihan kandang. Pastikan kotoran atau sisa makanan dibersihkan untuk menghindari penumpukan kuman atau bakteri.

Demikianlah cara budidaya marmut pedaging. Dengan langkah yang tepat, peternak dapat meraih hasil yang maksimal dan memperoleh keuntungan dari ternak marmut pedaging. (Nab)

Baca Juga: Cara Budidaya Ulat Bambu yang Cocok untuk Peternak Pemula