Cara Budidaya Tokek, Komoditas Ekspor yang Jarang Diketahui

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara budidaya tokek tergolong mudah. Budidaya tokek juga bisa menjadi suatu kegiatan dengan prospek menjanjikan seiring dengan meningkatnya permintaan di pasaran.
Tokek merupakan hewan jenis reptil yang bentuknya serupa dengan cicak, kadal, dan bunglon. Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai cara budidaya tokek.
Cara Budidaya Tokek
Dalam buku Cara Beternak Tokek untuk Pemula karya Budiati, budidaya tokek tergolong mudah. Sebab, hanya memerlukan ketekunan, keseriusan, dan sedikit kerja keras. Berikut adalah caranya.
Perhatikan kondisi kandang, terutama jika niat awal beternak tokek adalah untuk dijual. Pastikan kandangnya luas dan nyaman juga jauh dari hiruk pikuk.
Perhatikan penataan kandang tokek yang sebaiknya dibangun horizontal. Kandang berbentuk vertikal membuat tokek menghabiskan banyak energi untuk memanjat sehingga tokek sulit gemuk.
Perhatikan bahan pembuatan kandang tokek. Kandang bisa terbuat dari apa saja, baik bambu, kayu, maupun material lainnya.
Kandang untuk budidaya tokek biasanya terbuat dari akuarium berukuran 20 hingga 30 galon. Hal ini terjadi agar tokek tidak melarikan diri dari akuarium. Bagian atas akuarium sebaiknya diberi jala atau jaring.
Pastikan kandang tokek gelap. Namun, jika butuh pencahayaan, menyediakan lampu pijar berwarna merah merupakan pilihan yang tepat. Sebab, tokek tidak bisa melihat warna merah.
Perhatikan pemberian pakan tokek agar selalu sehat. Pakan utama yang disukai tokek, yaitu jangkrik, ulat, kroto, cacing, dan serangga kecil lainnya.
Berikan vitamin pada tokek agar bisa mencapai bobot optimal.
Perawatan dalam Budidaya Tokek
Tokek merupakan hewan yang tidak terlalu membutuhkan minum. Biasanya, dalam seminggu, hanya perlu memberikan air sebanyak dua sampai tiga kali.
Tokek juga bisa berganti kulit sama halnya dengan ular. Kalau masa itu tiba, sebaiknya rutin mengecek tingkat kelembapan kandang tokek atau gunakan media kotak styrofoam. Sebab, pergantian kulit tersebut harus sempurna walaupun itu tokek rumah.
Setelah semua langkah dilakukan, maka pemilik perlu melakukan pengontrolan serta pengecekan pada tokek hingga siap dijual. Tokek yang dibudidayakan perlu dikelompokkan dalam kandang yang berbeda berdasarkan ukuran tokek tersebut.
Tokek betina masih bisa disimpan di dalam satu kandang. Namun, untuk tokek jantan, sebaiknya disimpan pada kandang yang berbeda agar tidak terjadi persaingan yang membuat mereka berkelahi dan saling membunuh.
Demikian adalah cara budidaya tokek, komoditas ekspor yang jarang diketahui. (SP)
